Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Oktober 2020•Update: 21 Oktober 2020
Ruslan Rehimov
BAKU, Azerbaijan
Militer Azerbaijan melanjutkan operasi untuk menyelamatkan tanah yang diduduki oleh Armenia, pada Selasa.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan negara itu mengatakan operasi terhadap pasukan Armenia berlanjut sepanjang malam di Aghdara, Agdam, Fuzuli, Hadrut, Jabrayil, Qubadli, dan Zangilan.
Kementerian mengatakan pasukan Armenia melepaskan tembakan ke garis pertahanan tentara Azerbaijan dengan meriam dan mortir.
"Tentara Azerbaijan menghancurkan dua tank T-72, sistem rudal empat grad, satu howitzer D-30 dan lima kendaraan milik pasukan Armenia," ungkap pernyataan itu.
Menurut kementerian, sejumlah tentara Armenia dilumpuhkan dalam operasi tersebut dan situasi di garis depan berada di bawah kendali tentara Azerbaijan.
Konflik Karabakh
Gencatan senjata yang kedua di Nagorno-Karabakh dimulai pada 27 September.
Hubungan antara kedua negara bekas Uni Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade.
OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi upaya itu tak kunjung berhasil.
Gencatan senjata, bagaimanapun, disetujui pada tahun 1994.
Sejumlah resolusi PBB serta organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan dari wilayah tersebut.