Megiza Soeharto Asmail
30 April 2018•Update: 01 Mei 2018
Mohamad Misto and Ayse Dogru
ANKARA, Turki / HOMS, Suriah
Rezim Bashar al-Assad di Suriah mengintensifkan serangannya di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak di provinsi Homs utara, menewaskan sedikitnya dua warga sipil pada hari Minggu.
Menurut informasi yang dikumpulkan oleh koresponden Badan Anadolu di lapangan, pasukan rezim meluncurkan 70 serangan udara, yang menargetkan desa al-Zafarana, al-Makramiyyah, Deir Ful dan Talaf - semuanya merupakan permukiman yang cukup besar.
Selain itu, rumah sakit di al-Zafarana juga dihancurkan dari aksi pemogokan tersebut.
Sekitar 250ribu orang yang tinggal di daerah seluas 592 kilometer persegi (229 mil persegi) tetap berada di bawah blokade yang diberlakukan rezim Suriah selama lima tahun.
Rezim yang baru-baru ini berhasil merebut Ghouta timur - yang merupakan salah satu kubu terakhir oposisi di pinggiran ibu kota - sekarang berfokus pada merebut kembali bagian-bagian Homs yang dipegang oposisi.
Di bawah mediasi Rusia, gencatan senjata jangka pendek dideklarasikan di daerah itu tetapi kedaluwarsa pada 22 April.
Dalam pembicaraan damai di Astana pada Mei 2017, Homs dinyatakan sebagai zona de-eskalasi oleh negara penjamin Turki, Rusia dan Iran.
Menurut pejabat PBB, ratusan ribu orang telah tewas dalam konflik yang dimulai pada tahun 2011 sementara jutaan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.