Ali Murat Alhas
26 Desember 2017•Update: 27 Desember 2017
ANKARA
Rezim Bashar al-Assad telah menjatuhkan setidaknya 68.334 bom barel pada pemukiman sipil sejak Juli 2012 sampai November 201, demikian laporan dari kelompok hak asasi manusia pada Senin.
Bom barel, sering juga disebut bom gentong, mengunakan gentong besar atau tong kosong sebagai wadah bahan peledak dan kemudian diturunkan dari helikopter atau pesawat terbang.
Dalam laporan Jaringan Syrian untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) yang berbasis di London, rezim Assad telah menargetkan beberapa permukiman sipil yang berada di wilayah yang dikuasai oposisi dengan mengunakan bom barel ini.
Dalam 11 bulan pertama di tahun 2017, sebanyak 5.913 bom barel dijatuhkan, menurut laporan tersebut.
Sebelumnya pada tahun 2012, ada sebanyak 2.314 buah bom barel yang dijatuhkan oleh rezim Assad, sementara tahun 2013 ada sebanyak 14.976 buah bom barel juga menyasar hunian sipil.
Pada tahun 2014, rezim menjatuhkan 14,837 bom barel, disusul tahun 2015 dan 2016 masing-masing 17.318 buah bom barel dan 12.958 buah bom barel yang dijatuhkan dari pesawat atau helikopter.
Berdasarkan perhitungan kota, Pasukan Assad menjatuhkan bom di ibu kota Damaskus dan sekitarnya 22.149 kali.
Aleppo di Suriah utara terkena 13.436 kali.
Daraa di selatan Suriah diserang 9.901 kali, Hama 8.482 kali dan Idlib 7.682 kali.
Homs ditargetkan 3.598 kali, Latakia 2.017 kali, Deir ez-Zour 355 kali, Quneitra 323 kali, Raqqa 258 kali, Hasakah 81 kali dan Suwayda 52 kali.
Serangan tersebut telah menewaskan 10.763 warga sipil, termasuk 1.734 anak dan 1.689 wanita.
Infrastruktur, termasuk 76 fasilitas kesehatan, 140 sekolah, 160 masjid dan 50 pasar, rusak parah.
Laporan tersebut juga mencatat bahwa bom barel digunakan untuk pertama kalinya di distrik Salqin Idlib pada tahun 2012.
Kelompok hak asasi manusia ini menekankan bahwa rezim Suriah telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan menggunakan bom barel.
Mereka menuntut blokade senjata di rezim tersebut, dan individu atau yayasan terlibat dalam penyediaan uang dan senjata harus diadili.
Rezim Assad menggunakan bom barel untuk serangan karena harganya cukup murah yaitu hanya $ 50 dan dapat merusak 50-200 meter wilayah tempat mereka menyerang.
Menggunakan "prinsip bebas jatuh" dalam terminologi militer, bom barel digunakan untuk memaksa warga sipil mengosongkan sebuah daerah.