Serdar Dincel
22 Desember 2025•Update: 24 Desember 2025
ISTANBUL
Partai Sosialis Spanyol (PSOE) pimpinan Perdana Menteri Pedro Sanchez mengalami kemunduran besar setelah meraih hasil terburuk sepanjang sejarahnya dalam pemilihan parlemen daerah Extremadura, wilayah otonom di bagian barat-tengah Spanyol, Minggu (22/12).
Dalam pemungutan suara tersebut, PSOE hanya memperoleh 18 dari total 65 kursi parlemen regional, turun tajam dibandingkan 28 kursi yang mereka raih pada pemilu 2023.
Capaian ini menjadi perolehan terendah PSOE di Extremadura sejak wilayah itu memiliki pemerintahan otonom, menurut laporan media setempat.
Sementara itu, Partai Rakyat (PP) yang berhaluan konservatif kembali keluar sebagai partai terbesar dengan 29 kursi.
Namun, jumlah tersebut belum cukup untuk meraih mayoritas absolut yang diharapkan partai itu saat memutuskan menggelar pemilu lebih awal.
Akibatnya, PP kembali harus mengandalkan dukungan partai sayap kanan Vox, yang mencatat peningkatan signifikan dari lima kursi menjadi 11 kursi, untuk meloloskan undang-undang di parlemen daerah.
Sebelumnya, PP mengambil alih pemerintahan Extremadura pada Juli 2023 melalui koalisi dengan dukungan Vox.
Maria Guardiola dari PP dilantik sebagai kepala wilayah tersebut, mengakhiri puluhan tahun dominasi pemerintahan Sosialis di Extremadura.
Pemerintah daerah di Spanyol memiliki kewenangan luas dalam sejumlah bidang kebijakan utama, termasuk kebudayaan, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Pemilihan di Extremadura ini dipandang sebagai ujian penting bagi prospek politik PSOE secara nasional, di tengah kepemimpinan mereka atas pemerintahan koalisi minoritas di tingkat pusat.