Gulsen Topcu
08 April 2018•Update: 09 April 2018
Gulsen Topcu
YERUSALEM
Beberapa situs web Israel pada Sabtu terkena serangan siber oleh peretas tak dikenal, lapor media lokal.
Para peretas mengunggah bendera dan gambar Palestina dari demonstrasi yang tengah berlangsung di perbatasan Gaza-Israel ke situs-situs pemerintahan kota di Israel, juga rumah sakit umum dan swasta, menurut Radio Israel.
Pada Rabu, situs web Israel mengalami serangan serupa.
Sejak Jumat pagi, ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza untuk berdemonstrasi anti-pendudukan.
Setidaknya 31 warga Palestina telah menjadi martir pasukan Israel sejak 30 Maret, ketika demonstrasi damai digelar, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Unjuk rasa itu merupakan bagian dari demonstrasi enam pekan yang akan mencapai puncaknya 15 Mei mendatang, dan akan menandai ulang tahun ke-70 pendirian Israel - peristiwa yang disebut warga Palestina sebagai "Nakba" atau "Malapetaka".
Demonstran menuntut agar para pengungsi Palestina diberi "hak untuk kembali" ke kota dan desa mereka di Palestina yang bersejarah, yang diambil alih pada 1948 oleh negara baru Israel.