16 Maret 2018•Update: 17 Maret 2018
Eyser el-Iys
RAMALLAH
Menteri Kesehatan Palestina Jawad Awad pada Kamis menjelaskan sektor kesehatan di negaranya berada dalam kondisi kritis akibat pendudukan Israel.
Awad bertemu dengan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus di kantornya di Ramallah.
Keduanya membahas situasi kesehatan di wilayah Palestina, terutama di Gaza.
Sejak Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem "ibu kota Israel" pada 6 Desember 2017, kata Awad, Israel telah melakukan lebih dari 35 pelanggaran terhadap petugas kesehatan seperti menghalangi ambulans dan menyerang tim medis.
Awad juga menginformasikan sekitar 500.000 anak-anak di Jalur Gaza membutuhkan dukungan psikologis dan sosial.
Awad meminta WHO berjuang menghapus ketidakadilan terhadap sistem kesehatan di Palestina.
Sementara itu, Ghebreyesus menyerukan penyediaan peralatan medis agar institusi kesehatan di jalur Gaza dapat melanjutkan operasinya dan rumah sakit mampu memberikan pelayanan.
"Kami tahu besarnya masalah politik yang Anda hadapi, dan kami berharap dapat mencapai solusi politik yang dapat meringankan masalah ini," kata Ghebreyesus kepada Awad.