Rhany Chairunissa Rufinaldo
06 Juni 2020•Update: 06 Juni 2020
Mucahit Aydemir
ANKARA
Tentara Libya mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka meluncurkan lima serangan udara di Sirte, segera setelah mereka mengindikasikan pembebasan kota adalah tujuan baru setelah Tarhuna.
Operasi Burkan Al-Ghadab (Gunung Api Kemarahan) mengatakan serangan itu menargetkan kendaraan lapis baja yang disediakan oleh Uni Emirat Arab (UEA) dan milisi yang setia pada Jenderal Khalifa Haftar.
Milisi dan tentara bayaran berlarian dalam kepanikan besar di Sirte yang telah diduduki oleh pasukan Haftar.
Pemuka masyarakat menawarkan untuk menyerahkan kota secara damai kepada pasukan pemerintah.
Setelah pembebasan Tripoli, pada Jumat tentara membebaskan kota strategis Tarhuna, benteng terakhir Haftar di Libya barat.
Setelah Tarhuna, tentara mengumumkan bahwa tujuannya adalah Sirte, Al-Jufra dan ladang minyak di selatan.
Pasukan Haftar melancarkan serangan ke pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.