Muhammad Abdullah Azzam
23 Desember 2019•Update: 23 Desember 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Setidaknya sembilan warga sipil tewas dalam serangan udara oleh Rusia di Zona De-eskalasi Idlib.
Menurut observatorium pesawat oposisi Suriah, pesawat-pesawat tempur Rusia tadi malam membombardir desa Ma`arat al-Nu`man, kota Jarrjanaz, Tal Mannis, Masaran, Deir Garbi, Gadafa, Han al Subul dan Babbila.
Sementara informasi dari tim Pertahanan Sipil Idlib (White Helmets) menyebut serangan pasukan Rusia menewaskan sedikitnya empat warga sipil tewas di distrik Ma`arat al-Nu`man, dan lima orang di desa Masaran.
Jet Rusia juga menghantam daerah permukiman yang berdekatan dengan perbatasan Suriah-Turki yang menjadi rute warga Suriah untuk melarikan diri ke perbatasan Turki.
Di sisi lain, pasukan rezim Bashar al-Assad juga melancarkan serangan udara ke desa Sarakib, Kefrenbil, Keferruma dan kota Kensafra, Marururin, Mardebse, Babolin, Marand, Deyr Sharki dan Keferawid.
Tidak ada korban jiwa dalam serangan pasukan Assad di daerah permukiman tersebut karena hampir semuanya telah dikosongkan oleh warga yang mengungsi ke daerah perbatasan Turki.
Setelah serangan-serangan itu banyak warga yang meninggalkan rumah mereka ke garis perbatasan Turki yang relatif aman.
Tim Pertahanan Sipil di Idlib tengah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan serta membantu warga sipil yang mengungsi ke tempat-tempat aman.
Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, rezim Suriah dan sekutunya secara konsisten melanggar ketentuan gencatan senjata dan kerap melancarkan serangan di dalam zona tersebut.
Zona de-eskalasi saat ini ditempati sekitar empat juta warga sipil - termasuk ratusan ribu pengungsi dari seluruh penjuru negeri - akibat serangan pasukan rezim.