Maria Hospita
22 Agustus 2017•Update: 23 Agustus 2017
Adham Kako
ANKARA
Rezim Assad telah melancarkan 174 serangan senjata kimia sejak serangan di Ghouta Timur dekat Damaskus yang menewaskan ratusan jiwa.
Menurut badan pengawas hak yang berpusat di London, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR), rezim Assad telah melancarkan sebanyak 207 serangan kimia sejak serangan pertamanya di wilayah Al Bayyada, Homs, pada 23 Desember 2012.
SNHR juga mengingat serangan kimia yang terjadi April lalu di Khan Shaykhun - desa yang dikuasai oposisi - yang menewaskan sekitar 100 warga sipil.
SNHR menyatakan bahwa masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat (AS) telah gagal mencegah terjadinya serangan senjata kimia atau menyita persediaan senjata kimianya.
Menurut laporan SNHR yang dirilis pada peringatan 4 tahun serangan Ghouta Timur, rezim Assad melancarkan sedikitnya lima atau lebih serangan kimia sejak serangan di Khan Shaykhun.
“Selama 6 tahun krisis Suriah, Rusia dan Tiongkok telah menggunakan hak veto mereka sebanyak 7 kali untuk mendukung rezim Suriah, sehingga Dewan Keamanan PBB dan memberhentikannya dari pengamanan hukum dan ketertiban internasional,” jelas SNHR.
Pada 21 Agustus 2013, lebih dari 1.400 warga sipil tewas dan lebih dari 10.000 luka-luka – termasuk wanita dan anak-anak – akibat serangan kimia di Ghouta Timur.
Pada September di tahun yang sama, Rezim Suriah menandatangani sebuah konvensi senjata kimia, namun hal ini tetap tidak mencegahnya melancarkan serangan kimia lainnya.