Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Sebuah serangan bunuh diri di timur Afghanistan, tepatnya di Provinsi Nangarhar, menewaskan setidaknya 10 orang pada Minggu, meski keadaan gencatan senjata telah diumumkan di negara berkonflik tersebut, ujar seorang penjabat pemerintahan.
Attaullah Khogyani, juru bicara pemerintahan daerah, berkata kepada Anadolu Agency bahwa penyerang meledakkan diri di Pashtunistan Square, yang berada dekat dengan kantor televisi nasional, RTA, di ibu kota provinsi Jalalabad, pada siang hari dan menewaskan 10 orang.
Belum ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pada Sabtu, setidaknya 36 orang tewas dalam serangan bunuh diri yang diklaim dilakukan oleh Daesh di Distrik Rodaat, masih di provinsi yang sama, yang menghancurkan niat baik dan harapan untuk mencapai perdamaian di negara tersebut. Hari itu merupakan hari kedua gencatan senjata antara pemerintah dengan Taliban.
Serangan tersebut menargetkan pertemuan antara Taliban Afghanistan dengan pejabat-pejabat pemerintah untuk membahas gancatan senjata Idulfitri.
Minggu adalah hari ketiga gencatan sejata yang disetujui Taliban dan hari keenam setelah pemerintah mengumumkan ajakan gencatan senjata. Penghentian perang ini akan berakhir pada Senin, sementara Presiden Mohammad Ashraf Ghani mengisyaratkan perpanjangan gencatan senjata.
"Kami juga telah meminta Taliban Afghan untuk memperpanjang gencatan senjata mereka. Selama gencatan senjata, kami akan menyediakan bantuan medis untuk Taliban yang terluka, dan memberikan bantuan kemanusiaan bila mereka membutuhkan. Tawanan Taliban juga akan diperbolehkan bertemu dengan keluarga mereka," ujar Presiden.
Sementara itu, radio lokal Azardi mengutip juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahed, yang menyatakan kelompok ini akan melanjutkan serangan tahunan musim semi mereka, al-Khandaq, mulai besok.
Namun, kelompok ini mengaku telah mengarahkan para pejuangnya untuk menghindari tempat-tempat umum seperti yang ditargetkan oleh Daesh di Rodaat.
Pernyataan ini muncul setelah Dewan Tinggi Perdamaian (HPC), badan khusus pemerintahan yang ditugasi untuk mencapai pakta perdamaian dengan Taliban, mendesak Taliban untuk memperpanjang keadaan gencatan senjata.
Karim Khalili, ketua HPC, berkata kepada wartawan di Kabul bahwa para pejabat dewan telah melakukan konferensi video dengan pemimpin Taliban soal ini.
Pemerintahan Kabul yang didukung Barat, termasuk PBB, juga meminta pihak-pihak yang berperang di Afghanistan untuk mengakhiri pertumpahan darah.
"Perpanjangan gencatan senjata dari pemerintah menyediakan kesempatan untuk negosiasi solusi konflik," kata Tadamichi Yamamoto, Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Afghanistan.
"Tawaran perdamaian Pemerintahan Afghan, yang didukung oleh komunitas internasional, membuat semua masalah bisa didiskusikan. Saya memanggil dan menyerukan pada semua negara, termasuk negara-negara di wilayah, untuk mendukung permulaan perdamaian ini," ujar Yamamoto.
news_share_descriptionsubscription_contact

