Maria Elisa Hospita
03 September 2019•Update: 04 September 2019
Shadi Khan Saif
KABUL, Afghanistan
Afghanistan mengkonfirmasi bahwa kelompok Taliban telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom truk yang menewaskan 16 orang di pusat ibu kota.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nusrat Rahimi mengungkapkan bahwa pada Senin, serangan bom bunuh diri terjadi di dekat Green Village di jalan raya utama Kabul - Jalalabad, tempat sejumlah kantor badan bantuan internasional dan kompleks militer asing berada.
Rahimi juga membenarkan bahwa semua korban jiwa maupun korban luka adalah warga sipil.
Sementara itu, lima pelaku tewas dan hampir 400 staf badan bantuan asing yang tinggal di daerah itu dievakuasi.
Beberapa menit sebelum ledakan, negosiator perdamaian dari Washington, Zalmay Khalilzad, mengatakan pasukan Amerika Serikat akan mengosongkan lima pangkalan militer di Afghanistan dalam 135 hari setelah menandatangani kesepakatan damai dengan Taliban.
Serangan itu terjadi beberapa hari setelah Taliban menyerang Provinsi Baghlan dan Kunduz di utara negara itu.
Meskipun kelompok militan tersebut dipukul mundur oleh pasukan khusus Afghanistan, namun bentrokan itu telah menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk lebih dari 100 militan.