Dunia

Sekjen PBB desak Rusia, Turki stabilkan Idlib

- Antonio Guterres mengatakan warga sipil menanggung akibat yang mengerikan di provinsi Suriah

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 19.06.2019
Sekjen PBB desak Rusia, Turki stabilkan Idlib Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. ( Sefa Karacan - Anadolu Agency )

Washington DC

Umar Farooq

WASHINGTON 

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Selasa mendesak Rusia dan Turki untuk menstabilkan provinsi Idlib, Suriah. setelah rezim Bashar al-Assad meluncurkan serangan baru.

Turki dan Rusia pada September lalu sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi akan secara tegas dilarang.

Namun, Rezim Assad tetap mengabaikan perjanjian dan terus-menerus menyerang zona de-eskalasi Idlib.

"Saya mengimbau khususnya bagi penjamin Astana, dan kepada Federasi Rusia dan Turki, terutama, sebagai penandatangan Nota Kesepahaman tentang Idlib 2018, untuk menstabilkan situasi tanpa penundaan," kata Guterres kepada wartawan di PBB.

Dia menekankan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis Suriah.

"Sudah jelas pada awalnya dan tetap jelas lebih dari delapan tahun kemudian bahwa solusinya harus politis," tambah Guteres.

Angkatan Bersenjata Turki mendirikan 12 pos pengamatan di zona de-eskalasi Idlib pada Mei 2018 setelah perundingan damai kesembilan dengan Rusia dan Iran di Astana Kazakhstan, sementara Moskow memiliki 10 pos pengamatan.

Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi di Idlib, mengatakan bahwa warga sipil menanggung akibat yang mengerikan.

Dia mengatakan bahwa bahkan dalam perang melawan terorisme, perlu ada kepatuhan penuh terhadap hak asasi manusia internasional dan hukum humaniter.

Suriah dirundung konflik sejak 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang kelompok pro-demokrasi dengan brutal.

Sejak itu, menurut PBB, ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta orang mengungsi.

Bulan lalu, Ursula Mueller, Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, mengkritik Dewan Keamanan karena tidak bertindak menanggapi situasi di Idlib, Suriah, dan mempertanyakan apa yang akan dilakukan untuk mencegah bencana lain terjadi negara itu.

"Tidak bisakah dewan ini mengambil tindakan konkret ketika serangan terhadap sekolah dan rumah sakit telah menjadi taktik perang yang tidak lagi memicu kemarahan?" tegas Mueller.

“Jutaan anak-anak yang babak belur dan terkepung, wanita dan pria tidak sabar menunggu keberhasilan resolusi Jenewa lainnya. Mereka membutuhkan perlindungan dan tindakan Anda sekarang," tambah dia.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın