Dunia

Sejarawan Inggris kenang kecelakaan pesawat Menderes

Saat kecelakaan, Menderes dalam perjalanan ke London untuk konferensi soal Siprus

16.02.2019
Sejarawan Inggris kenang kecelakaan pesawat Menderes Perdana Menteri kesembilan Turki Adnan Menderes. (Foto file - Anadolu Agency)

Ahmet Gurhan Kartal

SURREY, Inggris

Adnan Menderes, perdana menteri kesembilan Turki dan pendiri Partai Demokrat, adalah pemimpin pertama yang dipilih secara demokratis dan melayani Turki antara tahun 1950 dan 1960.

Menderes ditangkap oleh junta militer setelah kudeta yang menargetkan demokrasi Turki pada Mei 1960 dan dieksekusi pada 1961.

Apa yang mungkin kurang diketahui adalah bahwa Menderes pernah selamat dari kecelakaan pesawat pada 17 Februari 1959 di dekat sebuah desa kecil Inggris bernama Newdigate di Surrey.

Saat kecelakaan, Menderes dalam perjalanan ke London untuk konferensi Siprus.

Anadolu Agency mengunjungi Jordan's Wood - lokasi kecelakaan, sekitar 4,5 kilometer (2,8 mil) dari Bandara Gatwick - pada peringatan 60 tahun kecelakaan udara mematikan itu.

John Callcut, ketua Masyarakat Sejarah Lokal Newdigate, baru berusia 11 tahun ketika pesawat Turkish Airlines menabrak rerimbunan hutan pada 60 tahun lalu.

Tetapi sebagai sejarawan lokal, dia tahu secara rinci kronologi kecelakaan dan kejadian sesudahnya.

Bepergian ke lokasi kecelakaan dengan Anadolu Agency, Callcut mengatakan itu adalah insiden yang mendapat banyak perhatian, tidak hanya dari wartawan Turki, tetapi juga media internasional.

"Bapak Menderes datang ke Inggris untuk membahas masalah Siprus dengan Harold Macmillan, PM Inggris [saat itu] ... dan dia akan bertemu dengan perdana menteri Yunani. Jadi itu adalah pertemuan yang sangat penting yang dia datangi. Setelah kecelakaan itu, tentu saja, ini menjadi berita utama,” kata Callcut.

Callcut mengatakan insiden itu diliput oleh produser film dokumenter, British Pathe, karena itu adalah kejadian besar pada saat itu.

Mengunjungi lokasi kecelakaan yang sebenarnya di Wood Jordan dengan tim Anadolu Agency, Callcut menceritakan kembali kecelakaan itu.

“Pada tahun 1959, pesawat Turki terbang ke sini dalam kondisi kabut dan menabrak hutan ini. Di atas [adalah] Tuan Perdana Menteri [Adnan] Menderes."

Sejarawan lokal ini mengatakan Menderes selamat dari tabrakan di hutan lebat dan petani setempat membantunya tak lama setelah berhasil berjalan menjauh dari reruntuhan pesawat yang terbakar.

"[Kedua petani] Tony dan Margaret Bailey mendengar suara [pesawat]. Itu bukan suara pesawat normal, itu suara pesawat yang berbeda.”

Calcutt menceritakan saat itu Tony Bailey langsung pergi meninggalkan rumahnya dan melompat masuk ke dalam mobilnya.

Tony lalu melaju menyusuri jalan dan menemukan tiga orang keluar dari kabut. Salah satunya adalah Menderes.

Callcut mengatakan Tony Bailey membawa Menderes dan dua orang yang selamat lainnya ke rumah pertaniannya.

Kecelakaan itu menimbulkan kecemasan besar di Turki karena berita buruk itu menyebar dalam waktu singkat.

Namun Callcut mengatakan perdana menteri Turki itu pulih dengan cepat di Rumah Sakit Redhill dan mengunjungi keluarga Bailey di pertanian mereka.

Kecelakaan itu merenggut nyawa 14 orang di dalamnya, termasuk Direktur Jenderal Anadolu Agency saat itu Serif Arzik, Menteri Pers dan Pariwisata Ali Server Somuncuoglu, dan juru tulis Perdana Menteri Muzaffer Ersu.

Callcut mengatakan kecelakaan itu adalah salah satu peristiwa paling signifikan yang pernah terjadi di daerah itu.

Laporan kecelakaan

”Kabut terangkat menutupi tanah yang lebih tinggi, membatasi jarak pandang di beberapa tempat hingga 92-183 meter,” kata sebuah laporan yang dirilis oleh otoritas penerbangan Inggris, menggambarkan situasi cuaca pada saat kecelakaan.

"Inspeksi di lokasi kecelakaan menunjukkan bahwa pesawat telah terbang di atas puncak pohon," kata laporan itu.

“Pesawat mulai hancur saat turun melalui pepohonan ... hingga roda pesawat bersentuhan dengan tanah.. Beberapa menit kemudian, sebuah ledakan terjadi.”

Laporan itu juga menyatakan tidak mendapati cukup bukti untuk menentukan penyebab kecelakaan.

Akhir kehidupan

Satu tahun setelah pemerintahannya digulingkan oleh junta militer, Menderes digantung pada 17 September 1961 di pulau kecil Laut Marmara, Imrali.

Menderes adalah salah satu dari tiga pejabat senior Partai Demokrat yang digantung pada hari itu.

Dua lainnya adalah Fatin Rustu Zorlu dan Hasan Polatkan, menteri luar negeri dan keuangan pemerintah Menderes.

Dituduh melanggar Konstitusi Turki dan menggelapkan dana negara, ketiganya diadili oleh pengadilan militer di pulau Yassiada di sebelah tenggara Istanbul bersama dengan semua pejabat senior partai Menderes.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın