Muhammad Abdullah Azzam
04 September 2020•Update: 04 September 2020
Elena Teslova
MOSKOW
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Kamis memuji hasil putaran ketiga perundingan perdamaian Suriah di Jenewa.
"Tidak semuanya diselesaikan, tidak semua disepakati, tetapi secara umum, kami menganggap pertemuan itu bermanfaat dan bermakna," kata Lavrov pada pertemuan dengan Utusan Khusus PBB untuk Suriah Geir Pedersen di Moskow.
Dia mendesak Pedersen untuk meningkatkan upaya pemulangan warga Suriah yang ingin kembali, dengan mengatakan hal itu akan membantu meringankan "beban tak tertahankan yang ditanggung oleh negara tuan rumah, terutama Lebanon, Yordania dan Turki".
Pedersen juga sepakat dengan pernyataan Lavrov bahwa dia tidak mengharapkan "keajaiban" dari pertemuan itu tetapi dia memiliki beberapa harapan, beberapa di antaranya telah tercapai.
"Yang saya perhatikan adalah apa yang kami sebut nada yang lebih saling menghormati antara pihak dan itu juga penting. Kedua ketua bersama mengatakan kepada saya bahwa mereka merasa ada kesamaan di antara mereka. Itu tentu saja tidak berarti bahwa tidak ada banyak kesamaan dan perbedaan yang serius,” sebut Pedersen.
Tugas komite konstitusi di Suriah adalah mendorong pihak-pihak untuk bekerja sama, karena keputusan dibuat adalah sebuah konsensus, oleh karena itu semua pihak perlu berinteraksi untuk mencapainya, tambah dia.
"Seperti yang Anda ketahui, kami tidak berhasil menyepakati agenda pertemuan sehingga kami tidak memiliki tanggal untuk pertemuan berikutnya. Tapi kami akan terus bekerja untuk ini," kata Pedersen.
Suriah dilanda perang saudara sejak 2011 ketika rezim Bashar al-Assad menindak pengunjuk rasa menggunakan kekuatan yang tidak proporsional.
Turki berusaha untuk melindungi penduduk sipil setempat serta membersihkan wilayah yang lebih luas dari elemen teroris.