Elena Teslova
10 September 2021•Update: 11 September 2021
MOSKOW
Rusia pada Kamis menyampaikan dukungan terhadap dimulainya kembali pembicaraan langsung antara Israel dan Palestina, dan pihaknya siap memfasilitasi proses tersebut.
Pada konferensi pers di Moskow setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid, Menlu Rusia Sergey Lavrov mengatakan negaranya siap berkontribusi untuk mengorganisir pertemuan bilateral, termasuk di wilayahnya, "jika para pihak siap untuk ini" atau mengambil bagian dalam lingkup kerja Kuartet Timur Tengah (PBB, AS, Uni Eropa, dan Rusia).
“Kami tertarik dengan pertemuan seperti itu yang diadakan setelah jeda panjang. Pada tahap ini, kita berbicara tentang kemungkinan pembicaraan tingkat menteri, ”kata Lavrov.
Dia juga menambahkan bahwa semua peserta Kuartet telah setuju untuk memulai kembali proses.
“Kapan ini terjadi tergantung semua peserta Kuartet. Kami siap melakukannya kapan saja karena kami menganggap itu berguna untuk bertukar pandangan tentang bagaimana komunitas internasional dapat membantu menciptakan kondisi untuk kesepakatan antara Israel dan Palestina,” tutur menlu Rusia.
Sementara itu, Menlu Israel Lapid menjelaskan bahwa pertemuan semacam itu tidak akan diadakan di sela-sela Sidang Umum PBB pada September karena sampai sekarang, "tidak ada yang perlu dibahas."
Terkait kesepakatan nuklir Iran, Lapid mengatakan Israel tidak akan membiarkan Iran menjadi kekuatan nuklir dan jika seluruh dunia tidak mengambil tindakan, Israel akan bertindak.
“Ini adalah masalah seluruh dunia. Sebuah nuklir Iran akan mengarah ke babak baru perlombaan nuklir, perlombaan senjata di Timur Tengah. Hal terakhir yang ingin kita lihat adalah senjata nuklir jatuh ke tangan yang salah,” lanjut menlu Israel.
“Dunia harus mencegah Iran mengembangkan potensi nuklir. Jika dunia tidak mengatasi hal ini, Israel berhak untuk bertindak. Israel tidak akan membiarkan Iran menjadi kekuatan nuklir,” pungkas dia.