Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Juni 2019•Update: 20 Juni 2019
Wassim Samih Seifeddine dan Ali Semerci
BEIRUT
Utusan khusus Rusia untuk Suriah menegaskan bahwa sudah saatnya bagi pihak-pihak dalam konflik Suriah untuk melancarkan solusi politik guna mengakhiri krisis.
"Kami siap untuk bekerja sama dengan teman-teman dari Lebanon dalam konteks jalur Astana dan kami bertekad untuk melakukan lebih banyak upaya dan berkoordinasi dengan mitra internasional seperti Amerika Serikat, Eropa dan negara-negara di kawasan," kata Alexander Lavrentiev pada sebuah konferensi pers di Beirut setelah pertemuannya dengan Perdana Menteri Saad al-Hariri, Rabu.
Dia mengatakan solusi politik sangat penting untuk mencapai hasil nyata di Suriah yang hancur karena perang.
Dalam pertemuan tersebut, Lavrentiev mengatakan mereka membahas masalah khusus yang menyangkut Lebanon, yaitu para pengungsi, dan sepakat untuk melakukan lebih banyak upaya bersama untuk mempercepat kembalinya para pengungsi Suriah ke tanah air mereka, ujar dia.
"Kesepakatan bersama memungkinkan kami untuk mempercepat solusi untuk masalah ini karena kehadiran para pengungsi Suriah memperdalam masalah," tambah dia.
Kementerian Luar Negeri Lebanon juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Lavrentiev bertemu dengan menteri luar negeri negara itu, Gebran Bassil, untuk membahas hubungan politik dan ekonomi antara Beirut dan Moskow.
Pernyataan itu mengatakan para pihak membahas kondisi di Timur Tengah dan ketegangan antara negara-negara Teluk, serta fokus pada pembentukan komite konstitusi di Suriah.
Suriah dirundung konflik sejak 2011, ketika rezim Bashar al-Assad menyerang kelompok pro-demokrasi dengan brutal.
Sejak itu, menurut PBB, ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta orang mengungsi.