Rhany Chairunissa Rufinaldo
20 Juni 2019•Update: 21 Juni 2019
Hidayet es-Saidi
GAZA, Palestina
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada Rabu mengatakan bahwa Palestina selalu ada dalam hati dan pikiran Mohamed Morsi, presiden Mesir pertama yang dipilih secara demokratis.
Morsi meninggal dunia pada Senin setelah jatuh pingsan di tengah persidangan atas tuduhan spionase.
Para aktivis dan keluarganya telah lama menyatakan bahwa dia tidak menerima perawatan untuk sejumlah masalah kesehatan yang dia alami, termasuk diabetes.
"Palestina ada dalam pikiran dan hati Morsi bahkan sebelum dia menjadi presiden," kata Haniyeh saat berbicara pada sebuah acara di Gaza.
Haniyeh mengingatkan bahwa Morsi telah membela Gaza selama serangan Israel 2012 dan dengan cermat mengikuti perkembangannya.
Dia mengharapkan ampunan Tuhan kepada Morsi dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rakyat Mesir.
Sebelumnya, Haniyeh mengatakan bahwa dia telah menghubungi dan menyampaikan belasungkawa kepada istri Morsi.
Morsi, pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir, memenangkan pemilihan presiden demokratis pertama negara itu pada 2012.
Namun, setelah hanya satu tahun menjabat, dia digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah yang dipimpin oleh menteri pertahanan Mesir saat itu dan presiden saat ini Abdel Fattah al-Sisi.
Dia meninggal dunia pada Senin di pengadilan saat tengah menjalani persidangan atas sejumlah tuntutan hukum, yang menurut dia, sejumlah kelompok hak asasi manusia dan pengamat independen, bermotivasi politis.