Nani Afrida
28 Oktober 2018•Update: 29 Oktober 2018
Elena Teslova
MOSKOW
Rusia, Turki, Jerman dan Prancis berniat memperluas kerja sama Suriah, kata Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu.
Niat ini tercermin dalam pernyataan bersama, yang disetujui oleh empat pemimpin pada pertemuan KTT 4 negara di Istanbul, kata Putin, saat berbicara dalam konferensi pers setelah pertemuan.
Empat negara sepakat bahwa penyelesaian jangka panjang di Suriah hanya dapat dicapai dengan cara politik dan diplomatik, katanya.
Rusia, Turki, Prancis dan Jerman juga bertekad untuk menjaga kedaulatan, kesatuan dan integritas teritorial Suriah, tambah Putin.
"Dalam konteks inilah upaya untuk penyatuan format Astana dan 'kelompok kecil di Suriah' dibahas. Ini, menurut kami, akan berkontribusi pada awal proses politik nyata di Suriah," katanya.
Dia mengatakan Rusia mengharapkan Turki untuk menyelesaikan penarikan militan dari Idlib secepatnya.
Putin menekankan perlunya untuk menghilangkan semua elemen radikal di Suriah, sambil mengatakan: "Rusia berhak untuk membantu Damaskus dalam urusan [penghilangan elemen radika] ini."
Dia menambahkan bahwa Rusia dan Turki mengundang Perancis dan Jerman untuk mengadakan konferensi internasional mengenai permukiman di Suriah.
Putin juga mengharapkan bahwa komite konstitusi Suriah akan dibentuk dan akan mulai bekerja pada akhir tahun ini.
Keempat pemimpin juga membahas masalah bantuan kemanusiaan, kata Putin, sambil mengklaim bahwa rezim Suriah telah membuat pengaturan untuk mengakomodasi 1,5 juta orang di negara tersebut dengan jaminan keamanan dan non-diskriminasi yang kuat bagi semua orang yang ingin kembali