Nani Afrida
28 Oktober 2018•Update: 29 Oktober 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Kanselir Jerman menjanjikan dukungan untuk Turki dan Rusia pada Sabtu untuk upaya bersama mereka untuk mencapai gencatan senjata permanen di provinsi Idlib Suriah.
Berbicara pada konferensi pers bersama setelah pertemuan empat negara di Suriah, Angela Merkel menggarisbawahi pentingnya perjanjian 17 September lalu antara Ankara dan Moskow untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib.
"Hari ini, kami telah berkomitmen untuk melakukan segalanya untuk mencapai gencatan senjata permanen yang berkelanjutan di Idlib," katanya.
Ankara dan Moskow setuju pada bulan September untuk membentuk zona demiliterisasi di provinsi Idlib di barat laut Suriah.
Berdasarkan kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah ada, sementara Rusia dan Turki melakukan patroli bersama di daerah itu dengan maksud mencegah kembalinya pertempuran.
Pada 10 Oktober, Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan bahwa oposisi Suriah dan kelompok-kelompok anti-rezim lainnya telah menyelesaikan penarikan senjata berat dari zona demiliterisasi Idlib.
Merkel menggarisbawahi bahwa meskipun ada perbedaan diantara para pemimpin, Turki, Rusia, Jerman dan Perancis memiliki "pertemuan yang sangat produktif" di Istanbul, dan berhasil mencapai kesepakatan tentang komunike bersama, yang meliputi sebagian besar isu penting dari konflik Suriah.
Pemilu bebas di Suriah
Merkel mengulangi seruannya untuk menghidupkan kembali proses politik yang dipimpin PBB untuk Suriah, menekankan bahwa tidak mungkin ada solusi militer untuk konflik.
“Pada akhir proses politik ini, harus ada pemilu yang bebas. Semua warga Suriah, termasuk mereka yang diaspora, harus bisa memberikan suara mereka, ”katanya.
Merkel mengatakan para pemimpin akan melakukan yang terbaik dalam beberapa hari mendatang untuk melihat komite konstitusi untuk Suriah memulai pekerjaannya pada akhir tahun ini.
Atas usulan Rusia untuk kembalinya pengungsi Suriah, Merkel menggarisbawahi bahwa realisasi proposal tersebut juga tergantung pada proses politik
Ketika ditanya tentang pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya pada hari Sabtu, Merkel mengatakan dalam kedua pertemuan ini mereka juga membahas pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi.
"Karena belum ada klarifikasi sampai sekarang, tidak akan ada ekspor senjata ke Arab Saudi," katanya, mengacu pada keputusan pemerintah Jerman untuk menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi.
Merkel mengatakan mereka akan menunggu informasi lebih lanjut dari penyelidikan, dan berdiskusi dengan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya untuk sikap umum dan kemungkinan langkah-langkah terhadap Riyadh.
Khashoggi, kolumnis untuk The Washington Post, terakhir terlihat pada 2 Oktober ketika ia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.
Setelah berminggu-minggu menyangkal keterlibatan dalam kepergiannya, Riyadh baru-baru ini mengakui bahwa dia telah dibunuh di dalam konsulat oleh operasi yang melibatkan petugas intelijen.