Maria Elisa Hospita
22 Maret 2019•Update: 25 Maret 2019
Hassan Isilow
JOHANNESBURG
Beberapa hari pasca-Badai Idai menghantam Mozambik, ribuan korban di sejumlah desa masih terjebak banjir.
"Tim penyelamat kami bekerja sama dengan Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan yang telah mengirim helikopter untuk evakuasi di Mozambik," jelas Imtiaaz Sooliman, pendiri lembaga bantuan kemanusiaan Gift of the Givers.
Sembilan puluh persen infrastruktur di Kota Beira rusak berat atau hancur, sementara ribuan nyawa terlunta-lunta menantikan bantuan di Bizo dan sekitarnya," ungkap dia.
Badai Idai, melakukan pendaratan di Beira pada Kamis lalu dengan kecepatan mencapai 177 mil (177 kilometer) per jam, hingga menewaskan ratusan orang di Mozambik dan negara tetangga, Zimbabwe.
“Hingga saat ini, kami sudah mengerahkan 40 tim evakuasi air," kata Sooliman kepada Anadolu Agency.
Kambaki mengatakan yayasannya juga telah mengirim tim tenaga medis ke Beira.
Menurut otoritas di Malawi, sedikitnya 56 orang meninggal dunia dan 577 lainnya luka-luka akibat hujan lebat.
Sementara itu, pada Senin, Presiden Mozambik Filipe Nyusi memprediksi bahwa korban jiwa akibat Badai Idai bisa mencapai sedikitnya 1.000 orang.
Namun, hingga Selasa, baru 84 kematian yang berhasil dikonfirmasi.
Berdasarkan laporan PBB dan media setempat, puluhan ribu korban di Mozambik, Malawi, dan Zimbabwe telah kehilangan rumah, lahan pertanian, dan fasilitas publik.