Muhammad Abdullah Azzam
20 Desember 2019•Update: 21 Desember 2019
Eşref Musa, Burak Karacaoğlu
IDLIB
Setidaknya 13 warga sipil tewas dan 40 lainnya terluka dalam serangan pasukan rezim Suriah Bashar al-Assad dan pendukungnya Rusia ke sejumlah daerah permukiman di Zona De-eskalasi Idlib.
Pesawat rezim Assad melancarkan serangan ke distrik Maaretinuman, Jarjanaz, Deir Sunbul, Frikya, Sarja, Bzabor, Binin, Hantutin, Najiyya, Kinidda, Gadafa, Tal Mannis, Abu Makki, Tuh dan Rabia.
Menurut observatorium pesawat afiliasi oposisi, pesawat-pesawat tempur Rusia juga menghantam pedesaan Maaretinuman, distrik Sarakib, Maarshurin, Han Al Subul, Deir Garbi, Samka dan Mardih.
Organisasi Pertahanan Sipil di Idlib (White Helmet) mengerahkan tim untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di titik-titik yang diserang.
Pasukan rezim Assad dan Rusia masih membombardir daerah permukiman, sehingga jumlah korban tewas dikhawatirkan dapat bertambah.
Sejak awal November, rezim Assad dan Rusia melancarkan serangan secara sistematis melalui udara dan darat terhadap pemukiman sipil di antara jalan raya M4 dan M5 yang menghubungkan Aleppo, Damaskus dan Latakia.
Setelah serangan-serangan itu banyak warga yang meninggalkan rumah mereka ke garis perbatasan Turki yang relatif aman.
Serangan pasukan rezim Assad, kelompok teroris asing dukungan Iran dan Rusia sejak awal Oktober lalu menyebabkan sekitar 110 ribu warga sipil terpaksa meninggalkan rumah mereka di Zona De-eskalasi Idlib.
Pada 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi, di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Sejak itu, lebih dari 1.300 warga sipil tewas dalam serangan rezim dan pasukan Rusia di zona de-eskalasi.
Sekitar satu juta orang terpaksa meninggalkan daerah rawan konflik di distrik itu dan mulai berlindung di daerah yang lebih aman di bagian utara kota yang berbatasan dengan Turki.
Saat ini, ada lebih dari 3,6 juta warga Suriah berlindung di Turki. Mereka berharap bisa kembali ke tanah airnya.