Burak Karacaoglu, Esref Musa, Levent Tok
26 Juli 2018•Update: 27 Juli 2018
Burak Karacaoglu, Esref Musa, Levent Tok
IDLIB
Rezim Bashar al-Assad di Suriah dan kelompok-kelompok asing dukungan Iran sedang membangun pangkalan militer di utara Latakia untuk menyerang Gunung Turkmen yang masih berada dalam zona de-eskalasi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh koresponden Anadolu Agency dari narasumber yang dekat dengan kelompok oposisi, kelompok pejuang asing dan kelompok Front Pembebasan Rakyat Turki (THKP) yang dikepalai oleh teroris Mihrac Ural dengan dukungan rezim Assad dan pendukungnya Iran berencana untuk mencaplok seluruh wilayah Gunung Turkmen.
Komandan Kedua Divisi Pesisir salah satu grup oposisi rezim, Izzat Baldur menyatakan, “Rezim Assad, kelompok-kelompok asing dan grup yang bertanggung jawab dalam genosida di Banias, THKP melakukan serangan artileri untuk menemukan lokasi kami. Mereka juga mengintai garis depan pertempuran.”
Baldur menekankan bahwa lokasi Gunung Turkmen sangat strategis karena terletak pada jalur Latakia-Idlib dan mendominasi perbatasan Hatay.
“Tanah ini telah menjadi milik kami selama ratusan tahun. Misi kami adalah untuk melindungi tanah ini. Perjuangan kami akan terus berlanjut hingga titik darah penghabisan,” kata Baldur berapi-api.
Pasukan rezim membangun beberapa titik pangkalan militer bersenjata di wilayah Firinlik yang terletak pada jalur Gunung Merah.
Sejak tahun 2012 pasukan Hezbollah Irak yang berada di bawah naungan Hashdi Shabi dukungan Iran mengadakan pertemuan dengan rezim Assad sebanyak tiga kali untuk membahas perebutan wilayah Gunung Turkmen dengan pasukan hasil koalisi mereka ‘Pasukan Macan’.
Narasumber oposisi menganggap pasukan rezim dan para pendukungnya yang membangun pangkalan militer di wilayah Ubin dan Najiyeh, Gunung Turkmen berencana untuk menutup jalur dan mengepung wilayah tersebut.
Rezim Assad telah menguasai 85 persen wilayah Gunung Turkmen dengan bantuan udara dari Rusia pada akhir tahun 2015 lalu.
Akibatnya sekitar 20 ribu penduduk Turkmen dan Arab di wilayah tersebut terpaksa harus mengungsi ke Turki.
Gunung Turkmen yang berada di utara kota Latakia termasuk dalam zona de-eskalasi yang disetujui di KTT Astana beberapa waktu lalu dengan Turki, Iran dan Rusia sebagai penjaminnya.