Muhammad Nazarudın Latıef
10 Februari 2020•Update: 10 Februari 2020
JAKARTA
Kedutaan besar Qatar mengeluarkan peringatan pada warganya untuk menjauhi kunjungan tidak mendesak ke Singapura terkait penyebaran virus korona di negara Merlion itu, Minggu.
Sehari sebelumnya Kuwait juga mengeluarkan peringatan yang sama pada warganya, kutip Straits Times.
Singapura mengkonfirmasi saat ini telah merawat 43 orang kasus infeksi virus korona. Lebih dari setengah dari kasus itu ditularkan secara lokal, enam di antara pasien dalam kondisi kritis.
Singapura mengkonfirmasi jumlah kasus virus korona tipe baru di negara itu bertambah menjadi 43 kasus.
Tiga kasus terbaru terjadi pada pria 71 tahun, pekerja Bangladesh dan pria Singapura berusia 54 tahun pegawai Resorts World Sentosa.
Departemen Kesehatan Singapura mengatakan ketiganya tak memiliki riwayat perjalanan ke China, pusat epidemi wabah virus korona tipe baru.
Kakek berusia 71 tahun itu mengalami gejala flu pada 1 Februari dan berobat ke klinik di hari yang sama. Esoknya, 8 Februari, dia divonis terinfeksi virus korona tipe baru dan dirawat di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID).
Kasus kedua dialami pekerja 39 tahun asal Bangladesh yang kini dirawat di ruang isolasi di NCID.
Sebelum divonis tertular virus korona tipe baru, penghuni asrama The Leo di Kaki Bukit itu sempat berkunjung ke Mustafa Centre di Little India.
Sedang kasus ketiga dialami pria Singapura berusia 54 tahun yang kini dirawat di ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Sengkang.
Warga Fernvale Close itu sempat ke Malaysia pada 26 Januari.