Megiza Soeharto Asmail
01 Desember 2018•Update: 03 Desember 2018
Ata Ufuk Seker and Yusuf Hatip
BRUSSELS
Polisi Belgia pada hari Jumat menangkap 60 demonstran "rompi kuning" atas kerusuhan di ibu kota Brussels, kata sumber polisi.
Gerakan "rompi kuning" - yang memprotes kenaikan harga BBM - telah menyebar ke halaman depan kantor EU di ibu kota tersebut.
Protes dimulai pada Jumat siang di depan dua kantor Uni Eropa - Komisi Eropa dan markas besar Dewan Eropa.
Para pengunjuk rasa tersebut membakar dua kendaraan - termasuk mobil polisi - di pusat kota dan melempat granat serta merusak beberapa rambu jalan.
Sementara itu, Wali kota Brussels Philippe Close memperingatkan lebih banyak penangkapan akan dilakukan jika protes terus berlanjut.
Menteri Dalam Negeri Belgia Jan Jambon mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh para demonstran.
Sejumlah besar pemrotes "rompi kuning" telah dibubarkan oleh polisi dengan gas air mata dan meriam air.
Protes ini menghambat transportasi umum.
Para pengunjuk rasa menamai diri mereka dengan nama "rompi kuning" di Prancis pada awalnya dan mereka telah mengadakan demonstrasi di seluruh negeri setelah harga solar naik lebih dari 20 persen dalam satu tahun.
Kelompok ini sebelumnya mengumumkan bahwa mereka akan melakukan protes di Wallonia, wilayah berbahasa Prancis di Belgia, yang terletak di bagian selatan negara itu.
Di Perancis, jutaan orang juga ikut serta dalam demonstrasi nasional pada bulan Mei dan Juni lalu.