Muhammad Mussa
25 Juni 2018•Update: 26 Juni 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Puluhan ribu orang turun ke jalan-jalan di London pada Sabtu sore untuk menuntut referendum kesepakatan akhir antara London dengan Brussel perihal Brexit.
Sejumlah anggota parlemen seperti Anna Soubry dari Partai Konservatif, wakil ketua Green Party Caroline Lucas, David Lammy dari Partai Buruh, dan pemimpin Partai Demokrat Liberal Vince Cable juga turut bergabung dalam aksi protes.
Demonstrasi tersebut diselenggarakan oleh People’s Vote Campaign, sebuah organisasi pro-Uni Eropa yang berkampanye untuk mendukung referendum kedua mengenai hubungan Inggris dengan Uni Eropa.
Menurut pihak penyelenggara, aksi tersebut adalah demonstrasi anti-Brexit terbesar di negara itu, dengan jumlah partisipan mencapai 100.000 jiwa.
Gerakan kampanye pro-UE dimulai di pusat kota London dan berakhir di Parliament Square di luar Gedung Parlemen.
"Brexit adalah sebuah kesalahan besar," kata Mark, seorang demonstran. "Menurut saya referendum ini telah ditunggangi dan tampaknya tak ada satupun yang menantang hasil referendum. Saya bertekad untuk menantang seluruh hasil referendum," imbuh dia.
"Masalah lainnya adalah kami memiliki pemimpin Partai Buruh yang pro-Brexit, sehingga kami tidak memiliki suara yang kuat dari oposisi," kata Mark, mengacu pada pimpinan Partai Buruh, Jeremy Corbyn.