Pizaro Gozali İdrus
22 September 2019•Update: 23 September 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Demonstran Rompi Kuning pada Sabtu kembali turun ke jalan di Prancis, yang menandakan aksi ke-45 pekan berturut-turut, guna menentang kebijakan Presiden Emmanuel Macron.
Demonstrasi, yang pertama kali dimulai sebagai reaksi atas kenaikan harga BBM itu, telah berubah menjadi gelombang protes anti-pemerintah.
Selama demonstrasi pada Sabtu di Paris, ketegangan meningkat saat para demonstran berusaha memasuki Avenue Champs-Elysees.
Polisi membubarkan para pengunjuk rasa yang mencoba memasuki stasiun kereta Saint-Lazare dengan gas air mata.
Akibat aksi demonstrasi, sekitar 30 stasiun metro di Paris ditutup.
Polisi menangkap 163 pengunjuk rasa di seluruh penjuru Prancis.
Setidaknya 11 orang telah tewas dan ribuan lainnya terluka sejak awal protes pada November tahun lalu.