Maria Elisa Hospita
21 September 2018•Update: 22 September 2018
Muhammed Bilal Kenasari
WASHINGTON
Seorang profesor dari University of Michigan mendapat kritikan tajam dari kelompok pemuda pro-Israel karena menolak menulis surat rekomendasi untuk seorang mahasiswa yang ingin menempuh studi di Israel.
John Cheney-Lippold mengatakan dia tak bisa menulis surat untuk Abigail Ingber karena "ada boikot akademik terhadap Israel".
Hal itu merujuk pada gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi (BDS), yang bertujuan mengakhiri pendudukan dan penindasan Israel terhadap Palestina dan menekan Israel untuk mematuhi undang-undang internasional.
"Seperti yang Anda ketahui, banyak departemen universitas telah memboikot akademik terhadap Israel sebagai bentuk dukungan bagi orang-orang Palestina yang tinggal di Palestina," tulis guru besar Departemen Kebudayaan Amerika itu dalam surel.
"Boikot ini termasuk menulis surat rekomendasi bagi siswa yang berencana belajar di sana [Israel]," jelas dia.
Surel itu kemudian diunggah di Facebook oleh Club Z, sebuah gerakan pelajar pro-Israel.
"Inilah isi e-mail profesor Universitas Michigan yang menolak menulis surat rekomendasi untuk seorang mahasiswa karena dia akan menempuh studi di Israel," kata Club Z.
Cheney-Lippold menegaskan bahwa dia tidak akan mengubah keputusannya.
"Saya mendukung gerakan boikot itu karena saya prihatin dengan pelanggaran Israel atas hak-hak Palestina, sementara pemerintah Amerika justru mendukung pelanggaran itu," kata dia lagi, seperti dilansir oleh Detroit News.
"Jika seorang mahasiswa ingin belajar di sebuah perguruan tinggi yang Apartheid di Afrika Selatan, saya pun akan menolak menuliskan surat rekomendasi," tambah Cheney-Lippold.