Maria Elisa Hospita
09 Juli 2019•Update: 10 Juli 2019
Diyar Guldogan
ANKARA
Presiden Ukraina mengusulkan untuk menggelar perundingan pertama dengan rekan sejawatnya dari Rusia, Vladimir Putin, di Minsk, Belarusia.
"Mari kita bicara. Mari kita bahas Krimea milik siapa dan siapa yang tidak ada di Donbass," kata Volodymyr Zelenskyy.
"Saya menyarankan agar orang-orang ini ikut berdiskusi dengan Anda dan saya, Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Theresa May, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron," tambah dia.
Menurut Zelenskyy, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko akan menyambut perundingan dengan senang hati.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Kremlin akan mempertimbangkan usulan Zelenskyy dalam format baru, meskipun Moskow tidak siap untuk memberikan jawaban.
"Ini adalah inisiatif baru. Tentu saja, itu akan dipertimbangkan, tetapi sejauh ini saya tidak bisa memberikan jawaban," ujar Peskov, seperti dikutip oleh kantor berita resmi Rusia TASS.
Ukraina telah diguncang konflik sejak Maret 2014 setelah Rusia menganeksasi Krimea.
Majelis Umum PBB pun menyatakan bahwa pencaplokan Rusia atas Krimea ilegal.
Aneksasi tersebut menyebabkan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat (AS), menjatuhkan sanksi ke Moskow.
Majelis Umum PBB, AS, Uni Eropa, dan Turki tidak mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia.
Hubungan Ukraina-Rusia memanas setelah insiden di dekat Laut Azov November lalu, yang memicu keputusan Rusia untuk menahan sekitar 24 pelaut Ukraina.