Muhammad Abdullah Azzam
04 Desember 2018•Update: 04 Desember 2018
Şenhan Bolelli
MADRID
Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan pertemuan dengan Paus Franciscus di Istana Vatikan selama sekitar 20 menit, lapor kantor berita Italia.
Dalam berita tersebut Presiden Palestina Abbas mengatakan kepada Paus, "Kami berdoa untuk perdamaian pada periode Natal ini dan kami percaya pada Anda."
Pada kesempatan itu, Abbas mempersembahkan gambar Yerusalem kuno kepada Paus, sedang Paus memberikan medali dari Basilica San Pietro di tahun 1600-an kepada Presiden Palestina itu.
Paus Franciscus juga menyampaikan pesannya kepada pemimpin Palestina untuk perdamaian di Timur Tengah.
Di tempat lain, dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh harian Italia La Stampa, Abbas menilai tak cukup jika hanya Amerika saja yang bertindak untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah.
"Amerika Serikat tidak bisa menjadi satu-satunya penengah di Timur Tengah. Negara yang terus-menerus memberikan hukuman sanksi kepada Palestina tidak akan bisa menjadi negara mediator," ujar Abbas.
Kepemimpinan AS, lanjut Abbas, hanya akan menjadi hambatan di Timur Tengah. “Kami tidak ingin terus bekerja sama dengan pemerintahan AS saat ini dan kami tidak sepemikiran dengan aturan mereka yang melawan hukum internasional," tutur dia.
Abbas menyatakan bahwa pihaknya siap untuk berdialog langsung dengan Israel atas dukungan negara-negara lain, termasuk Rusia.
Namun, Abbas menekankan bahwa Israel harus memahami dialog tersebut harus berjalan atas dasar mencari solusi antar dua negara.