Maria Elisa Hospita
15 April 2019•Update: 16 April 2019
Hiba Sait
ANKARA
Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi mengadakan perundingan dengan komandan militer Libya di Kairo yang pasukannya saat ini memerangi pemerintah yang didukung PBB untuk menguasai Tripoli.
Menurut kantor berita Mesir MENA, perundingan Al-Sisi dengan Khalifa Haftar akan membahas insiden baru-baru ini di Libya.
Lewat sebuah pernyataan, Kepresidenan Mesir mengatakan bahwa selain perkembangan di Libya, dalam diskusi itu Mesir akan menyampaikan keinginan mereka untuk melihat persatuan, stabilitas, dan keamanan di negara tetangganya itu.
Al-Sisi menegaskan dukungan Kairo untuk upaya melawan terorisme, kelompok-kelompok ekstremis, dan milisi demi mencapai keamanan dan stabilitas nasional, memungkinkan pembentukan negara sipil yang stabil dan berdaulat, serta untuk memulai rekonstruksi Libya.
Perundingan itu digelar di tengah kampanye militer yang diluncurkan oleh Haftar untuk menduduki Tripoli, tempat markas pemerintah persatuan yang didukung PBB berada.
Serangan Haftar terjadi menjelang konferensi untuk menemukan peta jalan internasional untuk mengatasi konflik di negara tersebut.
Libya dilanda gejolak sejak 2011, ketika pemberontakan yang didukung NATO berhasil menggulingkan dan menyebabkan tewasnya Presiden Muammar Gaddafi setelah empat dekade berkuasa.
Sejak itu, perpecahan politik Libya telah menghasilkan dua kursi kekuasaan yang saling bersaing: satu di timur Kota Al-Bayda; dan satu lagi di Tripoli.