Rhany Chairunissa Rufinaldo
09 Agustus 2018•Update: 10 Agustus 2018
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Presiden Iran Hassan Rouhani pada Rabu menelepon mantan jagoan kriket Imran Khan untuk memberi selamat atas kemenangan partainya dalam pemilu 25 Juli, media setempat melaporkan.
Partai Khan, Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI), muncul sebagai partai tunggal terbesar tetapi tidak mencapai suara mayoritas di Majelis Nasional.
Partai itu harus mencari dukungan formal dari partai-partai kecil atau independen untuk membentuk pemerintahan yang akan datang.
Televisi pemerintah Pakistan (PVT) melaporkan, Rouhani mengundang Khan untuk mengunjungi Teheran, dan dia menerima undangan itu.
Khan berterima kasih kepada Rouhani atas undangannya dan menekankan bahwa kedua negara terikat dalam ikatan agama dan kerukunan budaya.
Dia mengatakan Pakistan ingin membangun "hubungan perdagangan khusus" dengan Iran di masa mendatang, kata PTV.
Rouhani juga mengatakan Teheran ingin lebih mengembangkan hubungan bilateral dengan Islamabad.
Teheran telah mendorong Islamabad untuk menghidupkan kembali proyek pipa gas Pakistan-Iran senilai miliaran dolar yang terhenti karena adanya oposisi terang-terangan oleh AS.
Para analis memandang pesimis kemungkinan untuk kebangkitan proyek yang telah lama terhenti itu, menyusul sanksi baru AS terhadap Iran.