Rhany Chairunissa Rufinaldo
05 Maret 2019•Update: 06 Maret 2019
Yusuf Ozcan
PARIS
Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin mengusulkan serangkaian reformasi di dalam Uni Eropa menjelang pemilihan Parlemen Uni Eropa pada Mei.
"Dalam waktu beberapa minggu, pemilihan Eropa akan menentukan masa depan benua kita," Macron menulis dalam sebuah opini yang dipublikasikan di seluruh Eropa.
“Tidak pernah, sejak Perang Dunia Kedua, Eropa menjadi sama pentingnya. Namun Eropa tidak pernah berada dalam bahaya yang begitu banyak," katanya.
Pemilihan berikutnya untuk Parlemen Eropa akan diadakan pada 23 hingga 26 Mei.
Macron menyebut Brexit sebagai krisis Eropa yang gagal menanggapi kebutuhan rakyatnya untuk perlindungan dari guncangan besar dunia modern.
“Itu juga melambangkan jebakan Eropa. Jebakan itu bukan bagian dari Uni Eropa. Jebakan itu ada dalam kebohongan dan ketidakbertanggungjawaban yang bisa menghancurkannya. Siapa yang memberi tahu orang Inggris kebenaran tentang masa depan pasca-Brexit mereka?” ujar dia.
Macron menekankan perlunya secara politis dan budaya menemukan kembali bentuk peradaban Eropa di dunia yang berubah.
"Ini adalah momen untuk pembaruan Eropa," katanya.
"Menolak godaan isolasi dan perpecahan, saya mengusulkan agar kita membangun pembaruan ini bersama di sekitar tiga ambisi: kebebasan, perlindungan dan kemajuan," ungkap sang presiden.
Dia mengusulkan pembentukan Badan Eropa untuk Perlindungan Demokrasi yang akan memberikan masing-masing negara anggota ahli Eropa untuk melindungi proses pemilihan mereka dari serangan cyber dan manipulasi.
"Dengan semangat kemerdekaan yang sama, kita juga harus melarang pendanaan partai-partai politik Eropa oleh kekuatan asing. Kita harus memiliki aturan Eropa yang melarang semua hasutan untuk membenci dan melakukan kekerasan di internet karena penghormatan terhadap individu adalah landasan dari peradaban bermartabat kita," katanya.
Macron juga menyerukan untuk memikirkan kembali daerah Schengen, dengan mengatakan semua yang ingin menjadi bagian dari kawasan itu harus mematuhi tanggung jawab kontrol perbatasan yang ketat dan solidaritas.
"Kami akan membutuhkan pasukan perbatasan bersama dan kantor suaka Eropa, kewajiban kontrol yang ketat dan solidaritas Eropa di mana setiap negara akan berkontribusi di bawah otoritas Dewan Eropa untuk Keamanan Dalam Negeri," ujar dia.
"Terserah Anda untuk memutuskan apakah Eropa dan nilai-nilai kemajuan yang diwujudkannya akan lebih dari sekadar episode yang berlalu dalam sejarah. Ini adalah pilihan yang saya usulkan untuk memetakan bersama jalan menuju pembaruan Eropa," tambah Macron.