Rhany Chairunissa Rufinaldo
23 Maret 2019•Update: 24 Maret 2019
Davut Colak
COPENHAGEN
Pemimpin ekstremis sayap kanan dari sebuah partai di Denmark pada Jumat membakar salinan kitab suci al-Quran untuk memprotes aksi sholat Jumat di depan kantor parlemen yang dilakukan oleh sejumlah Muslim.
Dalam upaya untuk memprovokasi salat Jumat di depan parlemen Denmark, yang diselenggarakan setelah izin diperoleh untuk memprotes serangan teror di Selandia Baru, sekelompok ekstrimis sayap kanan membawa bendera Israel dan mengganggu kelompok Muslim dengan suara terompet selama berlangsungnya ibadah.
Rasmus Paludan, pemimpin Stram Kurs - partai anti-imigran dan anti-Islam - mencoba memprovokasi umatb Muslim dengan membakar salinan al-Quran.
Polisi Kopenhagen mengambil langkah-langkah keamanan intensif dan menahan enam orang.
Jumat pekan lalu, setidaknya 50 Muslim terbunuh dan lainnya terluka ketika seorang teroris - yang diidentifikasi sebagai Brenton Tarrant (28), kelahiran Australia - memasuki masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch dan menembak para jamaah tanpa ampun, termasuk empat anak.