Astudestra Ajengrastrı
25 Juli 2018•Update: 25 Juli 2018
Muhammad Mussa
LONDON
Perdana Menteri Inggris Theresa May menurunkan fungsi Departemen untuk Keluar dari Uni Eropa (DExEU) dan menyerahkan tanggung jawab negosiasi Brexit ke Kantor Kabinetnya.
"Saya membuat pernyataan ini untuk memberi perhatian pada pergantian mesin dalam pemerintahan," ujar May saat mengawali pernyataannya di hadapan Dewan Rakyat Britania Raya dalam sesi tanya-jawab mingguan.
"Pada akhirnya saya membuat perubahan pada pembagian fungsi antara Departemen untuk Keluar dari Uni Eropa [DExEU] dengan Kantor Kabinet," tambah May.
"Saya akan memimpin negosiasi dengan Uni Eropa, dengan menteri luar negeri untuk proses keluar dari Uni Eropa yang mewakili saya," ujar May, yang menunjuk dirinya sendiri sebagai pemimpin negosiasi dan Dominic Raab, kepala Brexit yang baru ditunjuknya, sebagai wakil.
Perdana Menteri juga berkata bahwa DExEU akan merekrut anggota baru dan sejumlah pejabat Kantor Kabinet untuk melancarkan perubahan ini.
May, meski begitu, berkata "DExEU akan terus memimpin persiapan pemerintah untuk menghadapi Brexit", persiapan akan dilakukan untuk menghadapi skenario "deal" maupun "no-deal".
Perubahan yang beru-baru ini terjadi di pemerintahan May ini datang menyusul serangkaian pengunduran diri tokoh-tokoh penting.
Mantan Menteri Brexit David Davis dan mantan Menteri Luar Negeri Boris Johnson mengundurkan diri di awal bulan ini karena memprotes rencana Brexit May, yang kini dikenal dengan nama Rencana Chequers.
Kepala negosiator UE untuk Brexit, Michel Barnier, juga mengkritik Rencana Chequers May, berkeras bahwa rencana itu gagal menyelesaikan banyak poin penting dalam proses kepergian Inggris dari Uni Eropa.
Inggris dijadwalkan secara resmi meninggalkan UE pada Maret 2019.