Alyssa McMurtry
08 Desember 2017•Update: 10 Desember 2017
Alyssa McMurtry
MADRID
Sekitar 45.000 warga turun ke jalanan di Brussel untuk mendukung kemerdekaan Catalonia pada Kamis.
Tepat dua pekan menjelang pemilihan umum Catalonia, politikus Catalonia juga hadir dalam unjuk rasa tersebut.
"Eropa seharusnya tidak hanya mendengarkan negara bagiannya, namun juga warganya," ujar Carles Puigdemont, mantan presiden Catalonia yang melarikan diri ke Brussel setelah mendeklarasikan kemerdekaan Catalonia di Parlemen Catalonia.
Pimpinan dari kelompok separatis yang menggagas unjuk rasa, kepala Majelis Nasional Catalonia dan pemimpin Omnium Cultural berada di penjara.
Menurut organisasi, mereka menyewa sebanyak 250 bus dan lima pesawat untuk mengangkut kelompok pendukung dari Catalonia ke Brussel.
Aksi tersebut mengundang kecaman dari anggota serikat di Spanyol.
"Mereka bisa pergi ke sana dan menggelar aksi protes berkat tanda pengenal Spanyol yang merupakan bagian dari Uni Eropa. Jika Catalonia merdeka, mereka otomatis akan kehilangan keanggotaannya dan harus mengajukan permohonan keanggotaan lagi," kata Soraya Saenz de Santamaria, Wakil Perdana Menteri Spanyol sekaligus pimpinan Catalonia saat ini, dalam konferensi pers, Kamis.
Pada Rabu, kelompok pro persatuan Catalonia juga menggelar unjuk rasa di Brussel. Menurut penyelenggara, sekitar 1.000 warga berpartisipasi dalam aksi tersebut.