Şenhan Bolelli
20 Oktober 2017•Update: 21 Oktober 2017
Şenhan Bolelli
MADRID
Menteri Ekonomi Spanyol Luis de Guindos mengatakan Catalonia kehilangan 20 persen perekonomiannya sejak referendum kemerdekaan ilegal digelar pada 1 Oktober hingga 17 Oktober.
Menurut De Guindos hingga saat ini jumlah perusahaan yang menarik kantor pusatnya dari Catalonia sudah mencapai 800.
“Berhentinya inventasi dan menurunnya penjualan perusahaan-perusahaan besar hingga 20 persen adalah akibat dari keputusan tidak bertanggung jawab yang diambil oleh pemerintah otonomi Catalonia,” kata De Guindos.
Dia mengatakan, Catalonia adalah salah satu daerah otonomi terpenting di Spanyol, dan itu akan hilang jika Catalonia merdeka.
Selain itu, kata De Guindos, jika kemerdekaan Catalonia terjadi, 800 perusahaan yang menarik kantor pusat dari Catalonia belum apa-apa. Pemerintah Spanyol pun tidak akan mengizinkan kemerdekaan Catalonia.
“Kemerdekaan Catalonia adalah bunuh diri perekonomian,” tegas dia.
Sementara itu Parlemen Spanyol sudah mengabulkan anggaran yang bersifat undang-undang yang akan mempermudah proses bagi perusahaan yang ingin menarik kantor pusatnya dari Catalonia.
Di sisi lain, Presiden Pemerintah Otonomi Catalonia Carles Puidgemont mengirimkan surat untuk Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy yang berisi, “Jika Pemerintah Spanyol bersikeras menghambat dialog dan menerapkan tekanan, Parlemen Catalonia akan melakukan pemungutan suara untuk deklarasi kemerdekaan.”
Sikap Puidgemont yang menantang dan keputusan pemerintah spanyol untuk membawa pasal 155 Undang-undang Dasar ke Senat tentang pengalihan hak daerah otonomi Catalonia berdampak negatif untuk bursa Madrid.
Bursa Madrid Ibex 35 sebelumnya dikabarkan turun 10.200 poin sedangkan nilai tukar Euro turun terhadap Dolar Amerika Serikat.