Muhammad Abdullah Azzam
08 Mei 2020•Update: 08 Mei 2020
Jeyhun Aliyev
ANKARA
Sebanyak 30 pendaki profesional dan ahli pengukur tanah China akan mengukur kembali ketinggian gunung tertinggi di dunia, lapor media resmi pemerintah China.
Tim pendaki profesional dari Kementerian Sumber Daya Alam China telah meninggalkan markas mereka di gunung dan sedang dalam perjalanan ke titik puncak sejak Rabu, ungkap kantor berita Xinhua.
Para pendaki diperkirakan akan melakukan survei di puncak gunung tertinggi di atas permukaan laut dengan menggunakan perangkat seperti Sistem Navigasi Satelit Global dan gravimeter, lapor Xinhua.
Sementara itu, tim itu telah mencapai markas di puncak pada awal April untuk pelatihan mendaki gunung, serta meningkatkan keterampilan di daerah ketinggian tinggi.
Para ahli China telah melakukan enam putaran pengukuran skala dan penelitian ilmiah di gunung itu sejak 1949, di mana berdirinya Republik Rakyat China.
Ketinggian puncak telah dihitung dua kali pada tahun 1975 dan 2005, yaitu 8.848,13 meter (29.029 kaki) dan 8.844,43 meter (29.017 kaki).
Kontroversi terkait ketinggian yang tepat dari puncak karena variasi dalam tingkat salju, penyimpangan gravitasi dan pembiasan cahaya.