Muhammad Abdullah Azzam
22 Juni 2020•Update: 22 Juni 2020
Diana Shalhoub
TRIPOLI
Pemerintah Libya pada Senin merilis dua dokumen yang mengungkap manipulasi dan korupsi oleh Jenderal Khalifa Haftar.
Dokumen-dokumen yang diterbitkan oleh Operasi Gunung Berapi Kemarahan yang dipimpin oleh pemerintah Libya itu membongkar perampasan ilegal atas tanah dan properti negara oleh Otoritas Investasi Militer, badan ekonomi milisi Haftar.
Pemerintah Libya juga mengungkapkan bahwa Haftar telah menyita aset proyek pertanian dan proyek investasi di Libya secara ilegal.
Pemerintah sebelumnya mengungkapkan bahwa Otoritas Investasi Militer Haftar telah menandatangani perjanjian dengan Serikat Perikanan Italia pada Maret 2019 yang mengizinkan kapal nelayan Italia menangkap ikan di perairan teritorial Libya dengan imbalan EUR10.000 (USD11.100) per-bulan selama 5 tahun.
Pada 2016, harian Prancis Le Monde menerbitkan laporan yang menunjukkan monopoli Haftar atas kegiatan ekonomi di Barqah, Libya timur.
Pada Maret lalu, pemerintah Libya meluncurkan Operasi Badai Perdamaian terhadap Haftar untuk melawan serangan ke ibu kota dan baru-baru ini mereka berhasil merebut kembali lokasi-lokasi strategis, termasuk Tarhuna, benteng terakhir Haftar di Libya barat.
Pemerintah Libya mengutuk keras dukungan militer dari Mesir, UEA, Prancis, dan Rusia terhadap serangan-serangan milisi Haftar di Tripoli, yang dimulai pada 4 April 2019.