Lina Altawell, Muhammad Abdullah Azzam
02 Februari 2026•Update: 03 Februari 2026
ISTANBUL
Perlintasan perbatasan Rafah di perbatasan Mesir dan Gaza resmi kembali dibuka pada Senin setelah lebih dari 18 bulan ditutup, dengan puluhan warga Palestina mulai melintas pada tahap awal pembukaan tersebut.
Media resmi Mesir melaporkan, sebanyak 50 orang dijadwalkan meninggalkan Jalur Gaza dan 50 orang lainnya diperkirakan kembali masuk melalui perlintasan Rafah. Al-Qahera News menyebutkan, kelompok pertama warga Palestina telah tiba di titik perlintasan pada hari yang sama.
Sisi Palestina dari perlintasan Rafah sebelumnya mulai beroperasi secara uji coba pada Minggu, setelah ditutup sepenuhnya selama lebih dari satu setengah tahun akibat pembatasan yang diberlakukan Israel.
Menurut laporan media Israel, sekitar 50 warga Palestina diperkirakan masuk ke Gaza, sementara sekitar 150 pasien beserta pendamping mereka akan meninggalkan wilayah tersebut untuk mendapatkan perawatan medis di Mesir. Otoritas kesehatan di Gaza memperkirakan sekitar 22.000 pasien masih menunggu pembukaan penuh perlintasan Rafah.
Israel diketahui menguasai sisi Palestina dari perlintasan Rafah sejak Mei 2024, seiring dengan operasi militer di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.