Maria Elisa Hospita
02 Juli 2019•Update: 02 Juli 2019
Umar Farooq
WASHINGTON
PBB telah menandatangani kesepakatan kontroversial dengan SDF, kelompok afiliasi yang dikendalikan oleh teroris YPG di Suriah.
Virginia Gamba, representatif sekretaris jenderal PBB tentang anak-anak dalam konflik bersenjata, bertemu dengan Komandan YPG Mazloum Abdi dan menandatangani sebuah kesepakatan selama akhir pekan lalu di Jenewa.
Perjanjian tersebut bertujuan untuk menghentikan perekrutan tentara anak-anak atau orang-orang di bawah usia 18 tahun.
YPG adalah cabang PKK di Suriah dan terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Juru bicara untuk Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa rencana Gamba dengan kelompok itu "tidak menyiratkan legitimasi, legitimasi politik, untuk kelompok bersenjata mana pun yang terlibat dengannya".
PKK telah melancarkan kampanye teror terhadap Turki selama lebih dari 30 tahun dan telah bertanggung jawab atas kematian hampir 40.000 jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.
Aktivitas-aktivitas kelompok teror YPG / PKK telah menjadi masalah keamanan utama bagi Ankara, sementara AS memandang kelompok itu sebagai "mitra yang dapat diandalkan" dalam perang melawan Daesh.