Muhammad Abdullah Azzam
12 Maret 2020•Update: 12 Maret 2020
Cem Genco
HATAY, Turki
PBB pada Rabu mengirim 54 truk bantuan kemanusiaan ke provinsi Idlib, barat laut Suriah.
Truk-truk tersebut telah melewati gerbang perbatasan Cilvegozu di provinsi Hatay, selatan Turki.
Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga yang membutuhkan di kota Idlib dan pedesaan di sekitarnya, yang telah bertahun-tahun mengalami serangan yang brutual oleh rezim Bashar al-Assad dan sekutunya dan memicu gelombang sekitar satu juta pengungsi.
Suriah dilandaperang saudara yang ganas sejak awal 2011, ketika rezim menindak protes pro-demokrasi.
Sejak itu, ratusan ribu orang telah terbunuh dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut pernyataaan resmi PBB.
Idlib menjadi zona de-eskalasi yang disepakati dalam kesepakatan antara Turki dan Rusia pada akhir 2018. Namun, rezim Suriah dan sekutu-sekutunya, secara konsisten melanggar gencatan senjata, dan sering melancarkan serangan di dalam zona tersebut.
Zona de-eskalasi itu menjadi rumah bagi sekitar 4 juta warga sipil, termasuk ratusan ribu pengungsi dalam beberapa tahun terakhir.
Pekan lalu pada 5 Maret, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan sejawatnya dari Rusia Vladimir Putin menyetujui gencatan senjata baru di Idlib.
Berdasarkan kesepakatan itu, semua kegiatan militer berakhir di Idlib dengan pembentukan koridor keamanan 6 kilometer (3,7 mil) di utara dan selatan jalan raya utama M4.
Patroli gabungan Turki-Rusia juga akan dimulai pada 15 Maret di sepanjang jalan raya dari pemukiman Trumba - 2 km (1,2 mil) di sebelah barat Saraqib - ke pemukiman Ain al-Hawr, menurut kesepakatan itu.