Astudestra Ajengrastrı
15 September 2018•Update: 16 September 2018
Umar Farooq
WASHINGTON
Etiopia dan Eritrea pada Minggu akan ke Arab Saudi untuk menandatangani perjanjian perdamaian, ujar seorang juru bicara PBB pada Jumat.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan bergabung bersama pemimpin kedua negara Afrika tersebut di Ibu Kota Arab Saudi, Jeddah, untuk menghadiri upacara yang dipimpin oleh Raja Salman bin Abdulaziz.
"Saya percaya perjanjian ini akan membantu memperkuat hubungan positif di antara mereka," kata Farhan Haq, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, dalam konferensi pers.
Haq juga menyatakan bahwa Guterres hanya akan menyaksikan dan tidak menjadi bagian dari kesepakatan kedua belah pihak.
Hubungan kedua negara mulai menghangat setelah tensi selama berpuluh-puluh tahun.
Eritrea memisahkan diri dari Etiopia pada 1993, dan selama 1998-2000 kedua negara terlibat dalam perang berdarah yang menjatuhkan sekitar 70.000 korban jiwa dari kedua pihak.
Kedua negara mengakhiri ketegangan selama dua dekade setelah Perdana Menteri Etiopia Ibiy Ahmed mengulurkan setangkai cabang zaitun kepada presiden Eritrea dalam upacara pengukuhannya pada April.
Kedua presiden lalu bertemu pada Juli, bersumpah untuk memperbaiki hubungan dan Eritrea membuka kedutaan besar negaranya di Addis Ababa pada pertengahan Juli.
Etiopia membuka kembali kedutaan besarnya pada pekan lalu di Ibu Kota Eritrea, Asmara, setelah 20 tahun tutup.