Maria Elisa Hospita
20 Agustus 2019•Update: 20 Agustus 2019
Mohamed al-Rayes
SANAA, Yaman
Pasukan separatis bergerak mundur dari fasilitas pemerintah di ibu kota sementara Yaman, Aden.
"Penarikan pasukan Dewan Transisi Selatan dari kantor-kantor pemerintah tengah berlangsung," kata juru bicara koalisi yang dipimpin Arab Saudi, Kolonel Turki al-Maliki, Senin.
Pernyataan Al-Maliki merujuk kepada penarikan pasukan dari Rumah Sakit Aden, Bank Sentral, gedung Mahkamah Agung, dan kantor Dewan Menteri.
Komisi gabungan yang dibentuk oleh komando koalisi - terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab - mengawasi penarikan tersebut.
Ketegangan terus meningkat di Aden sejak anggota milisi Security Belt yang bersekutu dengan Dewan Transisi Selatan bentrok dengan pasukan pemerintah.
Pada Sabtu, pasukan milisi mengambil alih istana kepresidenan di distrik al-Maasheeq dan beberapa kantor lembaga pemerintah strategis.
Menurut kantor PBB di Yaman, setidaknya 40 warga sipil tewas dan 260 lainnya luka-luka akibat bentrokan sejak 8 Agustus.
Setelah Houthi yang didukung Iran mengambil alih ibu kota Yaman, Sanaa, pada 2014, sembilan negara dari Timur Tengah dan Afrika membentuk koalisi dukungan yang dipimpin Arab Saudi.
Namun akhir-akhir ini, aliansi itu retak. Qatar diskors dari koalisi pada 2017, sementara Maroko keluar dari koalisi Februari lalu, diikuti oleh UEA yang menarik pasukannya bulan lalu.