Hakan Çopur
12 Juni 2018•Update: 13 Juni 2018
Hakan Çopur
OTTAWA
Parlemen Kanada mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump dan Penasihat Perdagangan Trump, Peter Navarro yang mengkritik pendekatan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Ketegangan antara Presiden AS Trump dengan para pemimpin lainnya pada pertemuan KTT Pemimpin G7 yang diadakan di Kota Quebec, Kanada, pada Jumat dan Sabtu kemarin masih terus berlanjut.
Majelis Rendah yang biasa disebut dengan House of Commons dari Parlemen Kanada, kemarin memberi pernyataan dukungan kepada Perdana Menteri Trudeau terkait masalah ini.
House of Commons Kanada menekankan bahwa perkataan Trump dan penasehatnya Navarro yang menargetkan Trudeau dan Kanada itu "tak dapat diterima" dan "berbahaya bagi hubungan kedua negara".
Selain itu, majelis itu juga telah mengeluarkan keputusan terkait hal perpajakan yang akan mendukung para produsen baja, aluminium dan pertanian di Kanada.
Trump menyebut Trudeau "lembek" dan "tidak jujur" serta membatalkan janji awalnya untuk menandatangani pernyataan resmi yang biasanya dilakukan usai pertemuan G7.
Trump juga menginstruksikan Kanada untuk menurunkan semua tarif dagang, seperti tarif untuk melindungi industri kecil penghasil produk susu di Kanada.
AS lantas mengancam akan mengambil tindakan terkait perdagangan lainnya jika Kanada tidak mau menuruti perintahnya.
Trudeau juga mengatakan bahwa Kanada "tidak akan mau diatur-atur" oleh AS.
Kejadian ini sontak menghilangkan niat baik yang telah terjalin antara AS dengan para sekutunya di G7.
Dalam perkembangan lain pada pertemuan dua hari itu, Trudeau mengatakan kepada Trump bahwa Persetujuan Perdagangan Bebas Amerika Utara tidak akan terwujud kecuali AS mencabut tarifnya untuk baja dan aluminium.