Dunia

Panduan Covid-19 dari A sampai Z

Virus korona didefinisikan sebagai keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia

Rhany Chairunissa Rufinaldo  | 26.03.2020 - Update : 27.03.2020
Panduan Covid-19 dari A sampai Z Ilustrasi: Virus korona. (Foto file - Anadolu Agency)

Ankara

Yesim Sert Karaaslan

ANKARA

Negara-negara berlomba untuk mengembangkan vaksin melawan virus korona (Covid-19) sejak pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, bulan Desember lalu dan telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Menurut data dari Johns Hopkins University yang berbasis di AS, hingga 25 Maret, ada lebih dari 422.000 kasus yang dikonfirmasi di 170 negara dan wilayah serta lebih dari 18.900 kasus kematian.

Negara-negara yang terkena dampak paling buruk dari virus itu adalah Italia, China, Spanyol dan Iran. Di Turki , 2.433 orang telah didiagnosis terinfeksi virus dan 59 dilaporkan meninggal dunia.

Langkah-langkah untuk memerangi virus korona termasuk menentukan rute penularannya, mengidentifikasi gejala, diagnosis, membuat vaksin, melawan informasi palsu dan menggunakan masker. Praktik-praktik seperti itu sedang dilaksanakan di Turki dan Departemen Kesehatan melaporkan perkembangan terbaru tentang hasilnya.

Apa itu virus korona?

Virus korona didefinisikan sebagai keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia.

Pada manusia, beberapa virus korona diketahui menyebabkan infeksi pernapasan, hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus korona baru, yang secara resmi dikenal sebagai Covid-19, telah menyebabkan kematian di banyak negara dan terus menyebar hingga saat ini.

Apa itu Covid-19?

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut yang parah coronavirus 2 (SARS-CoV2), yang sebelumnya dikenal sebagai virus korona baru 2019 (2019-nCoV).

Kasus-kasus pertama terdeteksi pada Desember 2019 di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, tepatnya di pasar makanan laut dan hewan. Virus ini menyebar dari orang ke orang dan kota-kota serta provinsi lain di China hingga seluruh dunia.

Kasus positif pertama di luar China adalah seorang turis asal negara itu di Thailand yang didiagnosis pada 13 Januari 2020.

Apa saja gejalanya? 

Gejala yang paling umum adalah demam, kelelahan dan batuk kering. Pada beberapa pasien, mungkin ada rasa sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.

Sekitar 80 persen dari mereka yang terinfeksi virus dapat pulih tanpa memerlukan perawatan khusus. Satu dari enam orang yang terinfeksi Covid-19 menjadi sakit parah dan sulit bernapas, sementara 20 persen kasus memerlukan rawat inap.

Virus ini dapat menyebabkan konsekuensi fatal bagi orang tua dan mereka yang memiliki penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung dan diabetes. Dukungan medis harus diberikan bagi mereka yang mengalami kesulitan bernapas, demam dan batuk. Tingkat kematian untuk orang berusia di atas 60 tahun jauh lebih tinggi daripada orang dewasa dan anak-anak yang lebih muda.

Apakah virus ditularkan melalui udara?

Studi ilmiah hingga saat ini menunjukkan bahwa Covid-19 ditularkan melalui tetesan cairan pernapasan, bukan udara.

Apakah antibiotik efektif dalam pencegahan dan pengobatan penyakit?

Antibiotik tidak efektif karena Covid-19 disebabkan oleh virus dan antibiotik tidak ampuh melawan virus.

Apakah ada obat atau vaksin untuk mengobati atau mencegah penyakit?

Sampai saat ini, tidak ada vaksin atau obat antivirus khusus untuk mencegah atau mengobati Covid-19. Studi tentang pengembangan obat dan vaksin sedang dilakukan dan sejumlah vaksin dan beberapa obat tertentu sedang diuji.

Haruskah memakai masker untuk perlindungan?

Masker harus dipakai jika seseorang terinfeksi Covid-19. Masker wajah sekali pakai harus digunakan hanya sekali saja.

Bagaimana seharusnya masker dipakai dan dilepas?

Masker hanya boleh digunakan oleh para profesional kesehatan, perawat dan orang-orang dengan gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.

Sebelum menyentuh masker, tangan harus dibersihkan dengan semprotan berbasis alkohol atau sabun dan air. Masker harus diperiksa dari segala jenis lubang.

Pastikan sisi masker yang benar (bagian berwarna) menghadap ke luar. Masker harus ditempatkan di wajah dan strip logam atau tepi keras topeng harus disesuaikan sesuai dengan bentuk hidung.

Bagian bawah masker harus ditarik ke bawah dan mulut serta dagu harus ditutup serta harus dilepas setelah digunakan. Agar tidak menyentuh permukaan masker yang berpotensi terkontaminasi, masker harus dilepas dari wajah dengan tali elastis yang dikenakan di belakang telinga dan harus dibuang dalam wadah tertutup setelah digunakan.

Apakah virus itu hidup di permukaan benda?

Menurut informasi awal dari studi ilmiah, virus dapat hidup di permukaan selama beberapa jam atau hingga beberapa hari. Waktu dapat bervariasi tergantung pada jenis permukaan, suhu lingkungan atau kelembaban.

Bagaimana Covid-19 didiagnosis?

Jenis baru dari pemeriksaan virus korona dilakukan dengan kit diagnostik lokal yang memberikan hasil komprehensif dalam 60-90 menit serta kit diagnostik cepat yang dapat memberikan hasil dalam 15 menit.

Apakah mungkin mencegah penyebaran virus korona dengan langkah-langkah sederhana?
Ada 14 aturan yang perlu dipatuhi untuk mencegah penyebaran virus corona.

Apa saja 14 aturan itu?

1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik.

2. Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu sekali pakai selama batuk dan bersin. Jika tidak ada lap, gunakan bagian dalam siku.

3. Jangan menyentuh mata, mulut dan hidung Anda dengan tangan.

4. Menjaga jarak setidaknya dua meter dari orang yang menunjukkan gejala pilek.

5. Membatalkan atau menunda perjalanan Anda ke luar negeri.

6. Habiskan 14 hari pertama di rumah setelah Anda kembali dari luar negeri dan jangan menerima pengunjung.

7. Beri saluran udara yang cukup pada lingkungan Anda.

8. Bersihkan permukaan yang sering digunakan seperti gagang pintu dan perlengkapan dan rendam dengan air dan deterjen setiap hari.

9. Jangan berbagi pakai barang-barang pribadi Anda seperti handuk.

10. Cuci pakaian Anda pada suhu 60-90 derajat dengan deterjen biasa.

11. Hindari kontak fisik seperti berjabat tangan dan berpelukan.

12. Agar sistem kekebalan tubuh kuat, minumlah banyak air, pertahankan pola makan seimbang dan perhatikan pola tidur Anda.

13. Jika Anda memiliki gejala pilek, hindari kontak dengan orang tua dan orang-orang dengan penyakit kronis dan jangan keluar tanpa mengenakan masker.

14. Jika Anda mengalami demam, batuk dan sesak napas, pergi ke fasilitas kesehatan mengenakan masker.

Informasi palsu tentang virus

Para ahli menyoroti pentingnya memperoleh informasi tentang virus dari sumber yang tepat. Berikut ini adalah daftar kesalahpahaman paling umum:

SALAH: Setiap kasus Covid-19 parah dan fatal.

BENAR: Dalam perkembangan penyakit, 10 -15 persen mengalami gagal pernafasan yang parah, gagal ginjal dan kegagalan banyak organ, 2 -5 persen mengakibatkan kematian, sementara 80 persen dari kasus merupakan penyakit ringan.

SALAH: Masker cukup untuk melindungi seseorang dari paparan Covid-19

BENAR: Masker tidak cukup melindungi seseorang dari paparan virus. Seseorang harus memakai masker hanya jika dia sakit untuk mencegah virus menyebar melalui tetesan cairan pernapasan. Orang sehat tidak perlu memakai masker. Yang paling penting adalah menjaga kebersihan tangan. Tangan harus dijaga sebersih mungkin dan tidak boleh digunakan untuk menyentuh mata, hidung dan mulut.

SALAH: Cairan embersih tangan (Hand Sanitizer) menyelesaikan setiap masalah.

BENAR: Sebagian besar antiseptik, pembersih dan antikuman yang dipasarkan dengan nama berbeda di pasaran tidak akan membuat tangan lebih bersih daripada sabun dan air. Mencuci tangan hati-hati dengan menggosoknya secara menyeluruh dengan banyak sabun cukup untuk perlindungan. Dalam kasus di mana air dan sabun tidak dapat diakses, cologne atau pembersih tangan dengan basis alkohol organik 70 persen atau lebih dapat digunakan. Pembersihan tangan yang sering dapat mengeringkan kulit dan menyebabkan penyakit seperti eksim, sehingga tangan harus dilembabkan beberapa kali dalam satu hari.

SALAH: Membilas hidung atau berkumur dengan air asin atau cuka mencegah penularan virus.

BENAR: Tidak ada data ilmiah tentang hal ini. Kadar garam yang terlalu tinggi pada air asin dapat merusak sel-sel saluran pernapasan bagian atas. Lapisan lendir, yang melindungi sistem pernapasan dari infeksi virus atau faktor eksternal dan mencegah bakteri dan virus menempel pada sel-sel pernapasan, kemungkinan juga akan rusak.

SALAH: Meminum minuman panas akan membunuh virus.

BENAR: Minuman yang sangat panas membakar mulut-tenggorokan dan menghancurkan lapisan epitel pelindung serta sekresi kekebalan preventif, sehingga bisa lebih berbahaya.

SALAH: Menyeka permukaan yang terinfeksi dengan air atau lap basah cukup untuk menangkal virus.

BENAR: Permukaan harus dibersihkan dengan pemutih encer atau deterjen. Deterjen sederhana sama efektifnya dengan pemutih.

SALAH: Makan bawang putih dan bawang bombay mencegah penularan virus korona.

BENAR: Bawang putih dan bawang bombay adalah bahan makanan sehat, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengkonsumsinya akan melindungi Anda dari Covid-19.

SALAH: Makan banyak acar akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi dari penyakit.

BENAR: Memang benar bahwa acar buatan rumah akan meningkatkan kekebalan tubuh karena probiotik yang dikandungnya. Namun, konsumsi garam yang berlebihan dari acar dapat menyebabkan perubahan keseimbangan elektrolit cairan tubuh dan juga hipertensi.

SALAH: Beberapa sup meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

BENAR: Tidak ada makanan yang terbukti secara khusus meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Yang penting adalah kebiasaan makan yang sehat dan seimbang.

SALAH: Cairan non-alkohol dapat digunakan sebagai pembersih tangan (hand sanitizer).

BENAR: Agar bisa digunakan sebagai desinfektan, cairan harus memiliki kandungan alkohol minimum 70 persen. Ketika antiseptik tangan yang tepat tidak tersedia, segala jenis cairan yang mengandung 80 -90 persen alkohol juga dapat digunakan untuk kebersihan tangan dan perlindungan virus.

SALAH: Virus akan hilang ketika cuaca semakin hangat.

BENAR: Udara panas tidak membunuh virus secara langsung. Namun, dengan pemanasan cuaca, orang tidak menghabiskan waktu lama di lingkungan tertutup dan pengap. Rumah serta tempat kerja juga memiliki sirkulasi udara lebih baik, sehingga mengurangi kemungkinan penularan virus yang menginfeksi saluran pernapasan. Selain itu, karena meningkatnya suhu, virus dapat tetap hidup untuk periode yang lebih singkat.

SALAH: COVID-19 hanya menjangkiti lansia.

BENAR: Orang dewasa dari segala usia dapat terinfeksi Covid-19. Namun, orang tua lebih rentan, terutama yang berusia di atas 60 tahun.

SALAH: Covid-19 adalah virus buatan laboratorium.

BENAR: Covid-19 tidak diproduksi di laboratorium, tetapi menyebar melalui masyarakat sebagai akibat dari perubahan alami pada mikroorganisme. Para ahli medis telah memperkirakan epidemi virus baru yang berasal dari Asia Tenggara. Populasi manusia yang padat, sejumlah besar varietas hewan dan kontak erat antara hewan dan manusia di wilayah ini meningkatkan risiko transformasi virus.

SALAH: Vaksin telah dikembangkan untuk melawan virus korona tetapi belum dirilis.

BENAR: Sejauh ini belun ada vaksin yang bisa melindungi dari virus.

SALAH: Antibiotik diperlukan untuk mengobati Covid-19.

BENAR: Covid-19 adalah penyakit virus dan antibiotik tidak berfungsi melawan virus.

SALAH: Covid-19 juga bisa menyebar ke manusia dari hewan peliharaan.

BENAR: Sejauh ini tidak ada laporan soal kasus infeksi seperti itu.

SALAH: Sebuah dokumen tentang langkah-langkah baru terhadap virus korona yang tersebar melalui media sosial berlabel "rahasia".

BENAR: Dokumen tidak mencerminkan kebenaran. Pihak berwenang memberi tahu masyarakat tentang tindakan terbaru dan yang akan datang terhadap virus korona melalui pernyataan resmi.

SALAH: Makan buah dan sayuran dengan kulitnya meningkatkan risiko infeksi virus korona.

BENAR: Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan makan buah dan sayuran dengan kulitnya bisa meningkatkan risiko terinfeksi virus korona.

SALAH: Pakaian harus disterilkan setelah pergi ke luar rumah untuk melindungi dari paparan Covid-19.

BENAR: Tidak ada aspek preventif dan rasional dari mensterilkan pakaian setelah pergi ke luar.

SALAH: Kita tidak mungkin terlindung dari virus.

BENAR: Terlindung dari virus dimungkinkan jika mengikuti aturan.

SALAH: Masker bedah dan masker biasa dapat digunakan kembali setelah dicuci.

BENAR: Masker bedah sebaiknya tidak dipakai selama lebih dari 3 hingga 4 jam, dan ketika kotor dan lembab, masker harus diganti. Selain itu, setelah dicuci, masker kehilangan fungsi pelindungnya.

SALAH: Untuk membangun daya tahan tubuh terhadap penyakit, orang sehat juga harus mengonsumsi suplemen penambah kekebalan dan vitamin sesegera mungkin.

BENAR: Orang sehat tidak perlu mengonsumsi suplemen tambahan. Cukup tidur, menjaga pola makan seimbang dan olahraga teratur.

Perkembangan wabah Covid-19 di Turki

Pada 6 Januari, Direktorat Jenderal Kesehatan Umum Kementerian Kesehatan Turki mendirikan pusat operasi yang diawaki oleh 15 orang dan semua perkembangan di dunia terkait dengan virus diikuti secara real-time.

Pada 10 Januari, Dewan Sains Virus Korona didirikan di Kementerian Kesehatan. Anggota dewan, termasuk akademisi dari 12 universitas, Dewan Pendidikan Tinggi Turki (YOK) dan Kementerian Kesehatan, mengadakan pertemuan pertamanya.

Pada 14 Januari, versi pertama Panduan Penyakit 2019-nCoV disiapkan. Panduan ini mendefinisikan informasi umum tentang infeksi, definisi kasus dan manajemen kasus, kontrol dan isolasi infeksi, perawatan dan pengobatan pasien, ditambah tindakan yang harus diambil oleh mereka yang akan melakukan perjalanan ke negara-negara yang memiliki kasus.

Pada 16 Januari, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat memutuskan untuk mengadakan pertemuan Penilaian Risiko 2019-nCoV.

Pada 20 Januari, proses penyaringan dimulai untuk semua penumpang dari Hong Kong, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, AS, Rusia, Vietnam dan Wuhan, China.

Pada 21 Januari, sampel pertama diambil dari orang yang diduga terpapar di Turki.

Pada 24 Januari, semua penumpang yang datang dengan penerbangan dari China dipindai dengan kamera termal.

Pada 27 Januari, Kementerian Luar Negeri Turki merilis peringatan perjalanan yang menyarankan warga untuk tidak melakukan perjalanan ke China kecuali jika benar-benar diperlukan, dan jika mereka melakukannya, mereka harus menjauh dari daerah dengan kasus tinggi, terutama Provinsi Hubei.

Pada 28 Januari, pertemuan Dewan Sains diadakan. Panduan 2019-nCoV diperbarui dan bagian 'pertanyaan dan jawaban yang sering diajukan' disiapkan.
Pada 29 Januari, sebuah surat dikirim ke Direktorat Jenderal Otoritas Bandara Negara mengenai tindakan yang akan diambil untuk penerbangan dari daerah berisiko.

Pada 30 Januari, Panduan 2019-nCoV diperbarui dan dirilis ulang.

Pada 31 Januari, sebuah pesawat kargo Angkatan Bersenjata Turki berangkat dari Ankara ke Wuhan, China, untuk membawa pulang warga Turki, bekerja sama dengan kementerian urusan luar negeri dan pertahanan.

Pada 1 Februari, pesawat evakuasi lepas landas dari Wuhan ke Ankara. Total ada 42 penumpang. Tidak ada penumpang yang menunjukkan tanda-tanda sakit dalam pemeriksaan kesehatan.

Pemindaian suhu oleh kamera termal diperluas. Untuk semua penumpang yang datang dari China, Thailand, Jepang, Singapura, Taiwan, Malaysia, Hong Kong dan Korea Selatan.

Pesawat yang membawa warga dievakuasi dari China kembali ke Turki. Sebanyak 61 orang, termasuk 42 penumpang (32 warga Turki, enam warga Azerbaijan, tiga warga Georgia dan satu warga Albania) beserta kru, tim teknis dan tenaga kesehatan ditempatkan di bawah karantina di Rumah Sakit Dr. Zekai Tahir Burak di Ankara.

Pada 2 Februari, Dewan Sains bertemu. Presentasi Panduan Penyakit 2019-nCoV disiapkan dan dikirim untuk dipublikasikan di situs web. Pengumuman informasi dikirim ke Dewan Pendidikan Tinggi (YOK) dan Departemen Pendidikan Nasional untuk siswa dan pekerja dari China.

Pada 3 Februari, Turki mengumumkan bahwa semua penerbangan dari China telah dihentikan.

Pada 7 Februari, semua impor hewan dari China untuk sementara ditangguhkan.

Pada 8 Februari, hari ke 10 sejak penumpang Wuhan kembali ke Turki, hasil tes negatif ketiga mereka dibagikan kepada publik.

Pada 12 Februari, Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan kepada parlemen bahwa alat diagnostik yang dikembangkan oleh Turki untuk mengidentifikasi kasus virus korona akan dijual di luar negeri.

Pada 19 Februari, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca menerima duta besar China untuk Turki Deng Li.

Pada 21 Februari, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca dan Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki berbicara melalui telepon mengenai kasus COVID-19 di Iran.

Pada 23 Februari, semua penyeberangan jalan dan kereta api, serta penerbangan dari Iran ke Turki, dihentikan sementara.

Pada 24 Februari, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca berbicara dengan rekannya dari Azerbaijan Ogtay Shiraliyev. Koca juga menerima duta besar Iran untuk Turki.

Pada 25 Februari, Turkish Airlines melakukan penerbangan dari Teheran yang akhirnya mendarat di ibu kota Ankara. Semua penumpang berjumlah 132 dan awak kabin dibawa ke Rumah Sakit Dr. Zekai Tahir Burak dan Rumah Sakit Kota Bilkent untuk proses karantina setelah pemeriksaan.

Pada 27 Februari, menteri kesehatan Turki mengunjungi wilayah itu untuk memeriksa langkah-langkah yang diambil di perlintasan perbatasan Agri, Van, Hakkari dan Igdir. Rumah sakit lapangan didirikan di delapan gerbang perbatasan dengan Iran, Irak dan Georgia.

Pada 29 Februari, semua penerbangan ke dan dari China, Iran, Irak, Korea Selatan dan Italia ditangguhkan.

Pada tanggal 2 Maret, sebagai bagian dari tindakan pencegahan baru pada jemaah umrah ke Arab Saudi, langkah-langkah termasuk pemeriksaan medis diumumkan kepada publik.

Pada 3 Maret, warga diberitahu tentang aturan karantina mandiri selama 14 hari setelah kembali dari umrah.

Pada 10 Maret, menteri kesehatan Turki memberi tahu parlemen tentang tindakan pencegahan virus korona.

Pada 11 Maret, menteri kesehatan Turki mengkonfirmasi kasus positif ovid-19 pertama di negara itu. Tidak ada rincian tentang kasus ini yang dipublikasikan kepada masyarakat.

Menteri kesehatan, menteri perdagangan dan menteri kebudayaan Turki mengadakan konferensi pers bersama. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan virus korona sebagai pandemi.

Pada 12 Maret, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pertemuan puncak di mana semua menteri hadir dan langkah-langkah melawan wabah Covid-19 diputuskan.

Pemerintah memutuskan bahwa semua kompetisi olahraga akan digelar tanpa penonton sampai akhir April dan langkah-langkah soal pendidikan diumumkan. Semua sekolah ditutup.

Pada 13 Maret, Menteri Kesehatan Turki mengumumkan kasus Covid-19 kedua di Turki. Dia mengatakan individu itu adalah kerabat dari pasien pertama.

Pada 14 Maret, penerbangan ke Jerman, Prancis, Spanyol, Norwegia, Denmark, Belgia, Swedia, Austria, dan Belanda ditangguhkan hingga 17 April.

Pada 14 Maret, presiden Turki dan Azerbaijan melalui telepon memutuskan untuk sementara waktu menangguhkan semua transportasi darat dan udara antara kedua negara. Turki dan Georgia untuk sementara waktu menutup perbatasan Sarp pada Minggu. Turki juga mengkonfirmasi kasus virus korona keenam.

Pada 15 Maret, semua penumpang yang kembali dari ibadah umrah menjalani pemeriksaan kesehatan dan orang-orang yang diduga terinfeksi dibawa ke rumah sakit. Semua penumpang kemudian dikirim ke asrama mahasiswa di Provinsi Ankara dan Konya untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Turki mengumumkan bahwa warga negara yang kembali dari negara-negara Eropa akan menjalani proses karantina selama 14 hari. Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan di Twitter bahwa 12 orang telah didiagnosis dengan virus tersebut, sehingga jumlah total kasus di negara itu menjadi 18.

Pada 16 Maret, cuti tahunan untuk petugas kesehatan ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Otoritas religius top Turki menunda semua ibadah berjamaah di masjid-masjid, termasuk salat Jumat, untuk membantu membendung penyebaran virus korona.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki menghentikan semua kegiatan seni sampai akhir April. Menteri Kesehatan Fahrettin Koca, Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul dan Menteri Transportasi dan Infrastruktur Mehmet Cahit Turhan mengadakan pertemuan dengan Dewan Sains. Kunjungan penjara ditangguhkan. Hotline 184 untuk Covid-19 dibuka.

Pada 16 Maret, Turki menangguhkan penerbangan ke enam negara tambahan termasuk Inggris, Arab Saudi dan Irlandia, sehingga totalnya menjadi 20. Turki mengatakan alat uji cepat akan dikirim ke semua lembaga medis. Menteri Kesehatan Fahrettin Koca melaporkan 29 kasus positif baru, sehingga jumlah totalnya menjadi 47.

Pada 17 Maret, Turki mengkonfirmasi kasus kematian pertama akibat Covid-19. Seorang pasien, 89, meninggal sementara 51 kasus tambahan dikonfirmasi. Dengan angka-angka baru, jumlah kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 98.

Pada 18 Maret, Turki mengkonfirmasi kematian kedua akibat Covid-19 dan melaporkan 93 kasus baru, meningkatkan jumlah menjadi 191.

Pada 19 Maret, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengkonfirmasi kematian keempat akibat virus korona. Dia menambahkan bahwa 168 dari 1.981 tes yang dilakukan dalam 24 jam terakhir telah dinyatakan positif, sehingga jumlah total kasus menjadi 359 dari 191.

Pada 20 Maret, Turki mengkonfirmasi lima kasus kematian baru, sehingga total menjadi sembilan dengan 311 kasus positif baru.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan 311 dari 3.656 tes yang dilakukan pada kasus-kasus yang dicurigai dalam 24 jam terakhir kembali positif, sehingga jumlah total pasien menjadi 670, naik dari 359.

Pada 21 Maret, Turki mengkonfirmasi 12 kasus kematian baru akibat Covid-19, sehingga total menjadi 21.

Dalam 24 jam terakhir, 2.953 tes telah dilakukan pada orang yang dicurigai terinfeksi virus, dan 277 dari mereka dinyatakan positif, membawa jumlah infeksi menjadi 947, naik dari 670.

Pada 22 Maret, Turki mengkonfirmasi sembilan kasus kematian baru akibat Covid-19, sehingga total kematian menjadi 30. Lebih dari 20.000 pemeriksaan virus korona telah dilakukan sejauh ini pada orang-orang yang diduga terinfeksi virus dan 289 orang dinyatakan positif dalam 24 jam terakhir, sehingga total jumlah infeksi menjadi 1.236.

Pada 23 Maret, Turki mengkonfirmasi tujuh kasus kematian baru akibat Covid-19, sehingga jumlah total kematian menjadi 37. Lebih dari 20.000 tes virus korona telah dilakukan sejauh ini pada orang yang diduga tertular virus dan 293 dinyatakan positif dalam 24 jam terakhir, sehingga total jumlah infeksi ke menjadi 1.529.

Pada 24 Maret, Turki mengonfirmasi tujuh kematian baru akibat Covid-19 pada Selasa malam, menjadikan jumlah kematian mencapai 44. Sebanyak 3.952 tes virus korona telah dilakukan dalam 24 jam terakhir pada orang yang diduga tertular virus dan 343 dinyatakan positif, sehingga total jumlah kasus positif menjadi 1.872.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.