Dunia

Palestina: Uni Eropa, Rusia harus tentang rencana perdamaian AS

"Uni Eropa harus menggelar konferensi internasional untuk melihat bagaimana kita bisa membuka jalan untuk bergerak maju", kata duta besar PBB untuk Palestina

Rhany Chairunissa Rufinaldo   | 08.05.2019
Palestina: Uni Eropa, Rusia harus tentang rencana perdamaian AS Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour. (Foto file - Anadolu Agency)

Washington DC

Umar Farooq

WASHINGTON

Duta besar Palestina untuk PBB pada Selasa mengatakan Uni Eropa (UE) dan Rusia harus mengambil langkah untuk menyelamatkan solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina jika rencana perdamaian Amerika Serikat tidak mengarah kepada kemerdekaan dua negara.

Riyad Mansour mengatakan kepada para pejabat UE bahwa pihaknya menghargai dukungan terhadap solusi dua negara, tetapi langkah itu tidak cukup, mereka harus melaksanakannya.

Bulan lalu, penasihat senior dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, mengatakan rencana perdamaian Timur Tengah Washington 'Kesepakatan Abad Ini' akan dirilis setelah bulan suci Ramadan.

Kushner tidak memberikan rincian tentang apa yang diperlukan dalam rencana itu, tetapi dia mengatakan akan ada kompromi yang berat bagi kedua belah pihak.

Dia juga menambahkan bahwa upaya-upaya di masa lalu tidak berhasil, merujuk pada solusi dua negara kerangka kerja, yang sudah lama menjadi pegangan untuk solusi bagi konflik Israel-Palestina.

Para menteri luar negeri dari negara-negara anggota Liga Arab telah menolak rencana AS.

Mereka berpendapat bahwa tanpa memberikan hak hukum kepada warga Palestina, rencana semacam ini tidak akan pernah membawa perdamaian yang komprehensif dan abadi di Timur Tengah.

Mansour mengatakan jika rencana AS tidak berakhir dengan kemerdekaan bagi kedua negara - Palestina dan Israel - maka UE harus mengambil tindakan menentang untuk menyelamatkan kerangka kerja dua negara.

"Uni Eropa dapat menggelar konferensi internasional berdasarkan konsensus global yang mendukung solusi dua negara untuk melihat bagaimana kita bisa membuka jalan untuk bergerak maju," kata Mansour, kepada wartawan di PBB.

Dia juga mengatakan bahwa negara-negara Eropa - terutama Prancis, Italia, Spanyol, Portugal, Irlandia, Belgia dan Luksemburg - dapat menawarkan dukungan mereka dengan mengakui negara Palestina.

Tahun lalu, AS memangkas semua pendanaannya untuk UNRWA, badan yang menyediakan bantuan ke para pengungsi Palestina.

Dia juga mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel secara sepihak dan menutup konsulat Palestina di Yerusalem. yang berfungsi sebagai kedutaan de facto bagi Palestina. 

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın