Megiza Soeharto Asmail
15 Agustus 2018•Update: 15 Agustus 2018
Megiza Asmail
JAKARTA
Palestina menegaskan tidak membenci umat Yahudi. Hanya saja, negara yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas itu menentang negara-negara yang berusaha merusak Palestina.
“Palestina tidak memusuhi Yahudi, tapi membenci cara-cara mereka yang memporakporandakan dan menghancurkan ketentraman di Palestina,” ujar Penasihat Presiden Palestina Mahmoud Sudqi Al-Habbash di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Rabu.
Al-Habbash menuturkan, Palestina memiliki warga yang menganut Yahudi, namun kehidupan yang berdampingan dengan umat Islam di Palestina tetap tidak bermasalah.
“Sekali lagi kami tegaskan, kami bukan musuh Yahudi. Tapi kami membenci orang-orang yang ingin merusak Palestina. Pada dasarnya kehidupan kami dengan orang Yahudi tidak ada masalah, kami hidup rukun,” jelas dia.
Dalam pertemuan dengan beberapa media itu, Al-Habbash juga sempat menyebut perlakuan Israel kepada Palestina sudah seperti teroris. Palestina pun menegaskan sebagai negara yang membenci terorisme.
“Kami sangat membenci segala perbuatan terorisme. Seperti yang dilakukan oleh Israel yang mencuri dari warga Palestina. Kami, sekali lagi, menyampaikan bahwa Palestina akan saling bergandengan dengan negara-negara di dunia untuk memberantas terorisme,” tegas Al-Habbash.