Ekip
02 Maret 2019•Update: 03 Maret 2019
Aamir Latif
Karachi, Pakistan
Seorang pilot India yang menjadi perhatian atas konflik di Asia Selatan pada Jumat diserahkan kepada pemerintah India oleh Pakistan di perbatasan Wagah, pejabat dan media setempat melaporkan.\
Komandan Angkatan Udara India Abhinandan Varthaman ditahan di Pakistan setelah pesawatnya jatuh pada Rabu dalam pertempuran udara antara jet India dan Pakistan di sepanjang perbatasan Kashmir.
Sehari kemudian, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengumumkan pembebasannya dengan niat baik.
“Komandan Angkatan Udara India yang ditangkap Abhinandan Varthaman telah dikembalikan ke India hari ini. Dia ditangkap ketika jet militernya MIG-21 jatuh di Azad, wilayah Jammu dan Kashmir setelah ditembak jatuh oleh Angkatan Udara Pakistan karena melanggar wilayah udara Pakistan pada 27 Februari 2019," ujar Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan.
“Saat penahanan, dia diperlakukan dengan baik dan bermartabat sesuai dengan hukum internasional. Perdana Menteri Pakistan Mr. Imran Khan mengumumkan pembebasannya sebagai isyarat dan niat baik yang ditujukan untuk mengurangi ketegangan dengan India,” ujar pernyataan itu menambahkan.
Menurut NDTV, seorang penyiar India, Wakil Marsekal Udara India RGK Kapoor berbicara kepada media di perbatasan Wagah dan mengatakan: "Sesuai prosedur Operasi Tetap Angkatan Udara India, dia [Abinandan] sekarang akan dibawa untuk pemeriksaan medis. Pemeriksaan ini diamanatkan terutama karena petugas itu harus keluar dari pesawat yang akan membuat seluruh tubuhnya terluka. IAF [Angkatan Udara India] senang mendapatkan Abhinandan kembali. "
Sementara itu, Menteri Luar Negeri India Vijay Kumar Singh menyambut kembalinya pilot India itu ke tanah air.
"Selamat datang kembali prajurit. Anda telah membuat kami semua sangat bangga. Saya salut dengan keberanian, keyakinan, ketenangan dan sikap tidak mementingkan diri sendiri," kata Singh dalam cuitan di Twitternya.
Ketegangan antara kedua tetangga bersenjata nuklir itu meningkat setelah bom bunuh diri di Kashmir pada pertengahan Februari yang menewaskan lebih dari 40 tentara India.
Jaish-e-Mohammed (JEM), sebuah kelompok militan yang telah dilarang Pakistan sejak 2002, mengklaim melakukan serangan itu.
Namun India menuduh Pakistan menyediakan tempat perlindungan bagi kelompok tersebut.
Kedua negara Asia Selatan itu telah berperang tiga kali pada tahun 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya di Kashmir - sejak mereka dipartisi pada 1947.
* Ahmad Adil di Chandigarh berkontribusi pada berita ini.