Politik, Dunia

Pakistan kecam kebisuan OKI pimpinan Saudi soal masalah Kashmir

Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengkritik taktik penundaan OKI untuk mengadakan pertemuan soal Kashmir

Muhammad Abdullah Azzam   | 07.08.2020
Pakistan kecam kebisuan OKI pimpinan Saudi soal masalah Kashmir ILUSTRASI: (Foto file - Anadolu Agency)

İslamabad

Islamuddin Sajid

ISLAMABAD 

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengancam akan berpisah dari Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dipimpin Arab Saudi jika organisasi itu gagal mengadakan pertemuan para menteri luar negeri mengenai Kashmir.

Qureshi mengkritik bungkamnya organisasi Islam itu tentang berbagai masalah, termasuk Palestina, Kashmir, dan Masjid Babri.

"Selama satu tahun kami telah meminta OKI untuk mengumpulkan dewan pertemuan para menteri luar negeri tentang masalah-masalah Palestina dan Kashmir di mana umat Islam menghadapi kekejaman sementara India menghancurkan masjid Babri yang berusia 300 tahun dan membangun Kuil Ram, tetapi OKI tetap diam. Namun mengapa?,” ungkap Qureshi saat berbicara kepada stasiun televisi lokal ARY News.

Masjid Babri dihancurkan oleh kelompok Hindu garis keras pada tahun 1992.

Pada saat itu, Perdana Menteri P.V. Narasimha Rao berjanji untuk membangun kembali masjid dalam pidato yang disiarkan televisi.

Tetapi Mahkamah Agung India November lalu menyerahkan situs masjid bersejarah itu kepada umat Hindu untuk membangun sebuah kuil setelah sengketa hukum yang berkepanjangan.

“Hari ini, saya sampaikan kepada OKI untuk mengadakan rapat dewan menteri luar negeri. Jika mereka tidak dapat melakukannya, maka saya terpaksa meminta perdana menteri untuk mengadakan pertemuan negara-negara Islam yang siap berdiri bersama kami. tentang masalah Kashmir dan mendukung Muslim Kashmir yang tertindas," tambah Qureshi.

Dia mengatakan waktunya telah tiba bagi OKI untuk memutuskan apakah akan berdiri dengan anggota pendiri [Pakistan] dalam masalah sensitif ini - tidak ada lagi keraguan.

Qureshi juga mengaku bahwa Pakistan menarik diri dari KTT Kuala Lumpur Desember lalu atas permintaan dari Riyadh.

"Saya menghargai Mahathir Muhamad yang bahkan tidak mengeluh dan berbicara sepatah kata pun tentang keputusan kami karena dia tahu situasi kami yang sebenarnya," ucap dia.

“Saat ini rakyat Pakistan, yang selalu siap mengorbankan hidup mereka untuk Mekah dan Madinah, membutuhkan Saudi untuk berperan utama dalam masalah Kashmir. Jika mereka tidak akan memainkan peran mereka, maka saya akan meminta Perdana Menteri Imran Khan untuk melanjutkan proses itu tanpa Arab Saudi," imbuh Qureshi lagi.

Perdana Menteri Khan pada awal tahun ini mengakui bahwa dirinya melewatkan KTT Kuala Lumpur atas permintaan dari Riyadh dan menyatakan sedih karena tidak menghadiri konferensi tersebut.

Khan dan Qureshi selalu memuji Turki, Malaysia, dan Iran yang mendukung warga Kashmir dan menolak aneksasi Kashmir oleh India pada Agustus lalu.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın