Maria Elisa Hospita
07 April 2019•Update: 08 April 2019
Islamuddin Sajid
ISLAMABAD, Pakistan
Pakistan akan membebaskan 360 tahanan India yang telah menyelesaikan masa tahanan mereka mulai pekan depan.
"Pakistan memutuskan untuk membebaskan 360 tahanan India [355 nelatan dan lima warga sipil] yang telah menyelesaikan masa tahanan mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Kamis.
Para tahanan akan dibebaskan dalam empat tahap mulai 8 April. Dia pun mengharapkan kerja sama dari India terkait pembebasan ini.
Kedua negara itu kerap saling menahan nelayan yang melanggar batas perairan mereka dikarenakan tanda batas yang tidak jelas dan kapal-kapal nelayan yang tak dilengkapi teknologi canggih untuk menentukan lokasi yang tepat.
Menurut pejabat Kementerian Luar Negeri, 537 tahanan India termasuk 54 warga sipil dan 483 nelayan berada di penjara Pakistan, sementara 347 tahanan Pakistan termasuk 249 warga sipil dan 98 nelayan mendekam di penjara India.
Pakistan dan India terlibat sengketa diplomatik dan militer setelah adanya serangan ke konvoi tentara di Kashmir yang dikelola India pada Februari, yang menewaskan sedikitnya 40 tentara India.
New Delhi menuding Islamabad berkolusi dengan kelompok militan Jaish-e-Mohammad, yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pakistan telah membantah tuduhan itu.
Ketegangan semakin meningkat setelah jet-jet India masuk ke wilayah udara Pakistan dan mengebom tempat persembunyian militan di dekat perbatasan.
Hari berikutnya, Angkatan Udara Pakistan mengklaim telah menjatuhkan dua jet dan menangkap seorang pilot, yang akhirnya dibebaskan kemudian.
India dan Pakistan telah berperang tiga kali - yaitu pada 1948, 1965 dan 1971 - dua di antaranya di Kashmir - sejak mereka dipartisi pada 1947.